🔴 Breaking
Menteri UMKM Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha, Bukan Hanya Pencari Kerja Jelang Aksi 27 Agustus di DPR, Cek Fakta Isu Gelombang Massa ke Jakarta: Data Lapangan Pantura Belum Temukan Mobilisasi Besar Fenomena 'Iyup' pada Pengguna Behel: Apa yang Perlu Diketahui? Penurunan Harga Emas Antam pada 26 Agustus 2026 Sebesar Rp 18.000 Putri Bill Gates Terjerat Isu Praktik Curang, Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun Hindari 4 Kebiasaan Pagi Ini Agar Kesehatan Ginjal Terjaga FEBI UIN Saizu Jalin Kerja Sama dengan AUSCIF Australia untuk Memperkuat Pendidikan dan Riset Fenomena Getaran Ponsel yang Tidak Ada Notifikasi: Apa Penyebabnya? India Dominasi Daftar Forbes Asia 100 to Watch 2026 dengan 19 Startup Inovatif --- Dampak Kesepian Terhadap Kinerja Otak yang Perlu Diketahui --- Menteri UMKM Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha, Bukan Hanya Pencari Kerja Jelang Aksi 27 Agustus di DPR, Cek Fakta Isu Gelombang Massa ke Jakarta: Data Lapangan Pantura Belum Temukan Mobilisasi Besar Fenomena 'Iyup' pada Pengguna Behel: Apa yang Perlu Diketahui? Penurunan Harga Emas Antam pada 26 Agustus 2026 Sebesar Rp 18.000 Putri Bill Gates Terjerat Isu Praktik Curang, Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun Hindari 4 Kebiasaan Pagi Ini Agar Kesehatan Ginjal Terjaga FEBI UIN Saizu Jalin Kerja Sama dengan AUSCIF Australia untuk Memperkuat Pendidikan dan Riset Fenomena Getaran Ponsel yang Tidak Ada Notifikasi: Apa Penyebabnya? India Dominasi Daftar Forbes Asia 100 to Watch 2026 dengan 19 Startup Inovatif --- Dampak Kesepian Terhadap Kinerja Otak yang Perlu Diketahui ---
Kesehatan

WHO Umumkan Berakhirnya Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah berakhir setelah semua orang yang terpapar dinyatakan negatif.

Raihan Fadhila

Penulis

04 July 2026
79 kali dibaca
Foto: REUTERS/Yves Herman
Foto: REUTERS/Yves Herman

Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan bahwa wabah Hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius telah berakhir. Pengumuman ini disampaikan setelah semua individu yang terinfeksi menyelesaikan masa karantina dan dinyatakan negatif.

Wabah ini telah menginfeksi 13 orang, dengan tiga di antaranya meninggal dunia. Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi para epidemiolog karena melibatkan strain Andes hantavirus yang jarang, yang biasanya hanya ditemukan di Argentina dan Chili. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa semua kontak terakhir dari orang yang terpapar virus telah menyelesaikan masa karantina dan dinyatakan negatif.

Proses Pemantauan dan Penanganan

Tedros juga menambahkan bahwa sejak 25 Mei, tidak ada laporan kasus baru yang diterima. Oleh karena itu, WHO menganggap bahwa rantai penularan wabah ini telah terputus sepenuhnya.

Kapal pesiar yang berbendera Belanda ini awalnya berlayar dari Ushuaia, Argentina, dan melewati pulau-pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan, termasuk Tristan da Cunha, sebelum menuju Tenerife di Kepulauan Canary, Spanyol, di mana para penumpang diterbangkan pulang. Setelah bersandar di Rotterdam, Belanda, kapal tersebut menjalani proses pembersihan dan disinfeksi menyeluruh sebelum diizinkan untuk kembali berlayar.

Identifikasi Kontak Erat

Pihak otoritas kesehatan global bertindak cepat dalam menangani situasi ini. Tedros menyatakan bahwa lebih dari 650 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien terinfeksi telah diidentifikasi dan dipantau secara ketat oleh otoritas kesehatan di 33 negara dan wilayah yang berbeda.

Dengan berakhirnya wabah ini, WHO berharap agar langkah-langkah pencegahan dan pemantauan yang ketat dapat terus dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Artikel Terkait