🔴 Breaking
Pertemuan Prabowo dengan Pimpinan Bank Himbara: Fokus pada Efisiensi Perbankan --- Kejanggalan dalam Kasus dr Ratna yang Dituntut Penjara 4,5 Tahun Terungkap --- Kenaikan BI Rate Belum Optimalkan Rupiah, Pengamat Soroti Dominasi Faktor Eksternal Pendapatan OpenAI Mencapai Rp 355 Triliun, Namun Kerugian Meningkat Hingga Rp 693 Triliun 76 Sekolah di Jawa Dihentikan Bantuan Gizi, Fokus pada yang Membutuhkan Kemeriahan Gebyar Tadris 2026 UIN Saizu: Film dan Inovasi Pembelajaran Mahasiswa Panduan Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker Kasus Korupsi MBG: Sony Sonjaya Kembali Diperiksa Kejagung, Status JC Jadi Sorotan Mengenal Amanda Askell: Filsuf yang Menghidupkan AI Claude Inovasi Kesehatan: Brawijaya Hospital Luncurkan Pusat Terapi Sel Punca Pertemuan Prabowo dengan Pimpinan Bank Himbara: Fokus pada Efisiensi Perbankan --- Kejanggalan dalam Kasus dr Ratna yang Dituntut Penjara 4,5 Tahun Terungkap --- Kenaikan BI Rate Belum Optimalkan Rupiah, Pengamat Soroti Dominasi Faktor Eksternal Pendapatan OpenAI Mencapai Rp 355 Triliun, Namun Kerugian Meningkat Hingga Rp 693 Triliun 76 Sekolah di Jawa Dihentikan Bantuan Gizi, Fokus pada yang Membutuhkan Kemeriahan Gebyar Tadris 2026 UIN Saizu: Film dan Inovasi Pembelajaran Mahasiswa Panduan Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker Kasus Korupsi MBG: Sony Sonjaya Kembali Diperiksa Kejagung, Status JC Jadi Sorotan Mengenal Amanda Askell: Filsuf yang Menghidupkan AI Claude Inovasi Kesehatan: Brawijaya Hospital Luncurkan Pusat Terapi Sel Punca
Kesehatan

76 Sekolah di Jawa Dihentikan Bantuan Gizi, Fokus pada yang Membutuhkan

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional mengumumkan bahwa 76 sekolah di Pulau Jawa tidak lagi menerima program Makan Bergizi Gratis. Keputusan ini diambil untuk mengalihkan anggaran kepada anak-anak yang leb...

Bima Sakti

Penulis

18 June 2026
7 kali dibaca
Badan Gizi Nasional (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikhealth)
Badan Gizi Nasional (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikhealth)

Jakarta - Agustina Arumsari, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menginformasikan bahwa pihaknya sedang melaksanakan efisiensi anggaran melalui strategi penataan ulang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, Kamis (18/6/2026), BGN telah mengidentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa yang tidak akan lagi mendapatkan bantuan dari program tersebut.

Kebijakan ini akan mengalihkan alokasi anggaran yang sebelumnya ditujukan untuk 39.352 siswa di sekolah-sekolah tersebut. Agustina menjelaskan, keputusan ini diambil setelah melakukan pendataan berdasarkan kriteria ketat yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sekolah-sekolah yang dicoret dari daftar penerima dianggap sudah memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka sendiri.

Alokasi Anggaran untuk Anak yang Membutuhkan

“Sekolah-sekolah yang kami sebutkan kami anggap berdasarkan kriteria yang kami susun, mereka secara mandiri mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka, sehingga tidak membutuhkan intervensi dari pemerintah,” ungkap Sari dalam konferensi pers yang diadakan pada hari yang sama.

Anggaran yang berhasil dihemat dari sekolah-sekolah yang mandiri ini akan dialokasikan kembali untuk mendanai program MBG bagi anak-anak yang lebih membutuhkan intervensi dalam pemenuhan gizi dari pemerintah. Selain melakukan penataan pada sekolah-sekolah yang sudah mandiri, Badan Gizi Nasional juga menerapkan langkah efisiensi yang signifikan pada sektor operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pemangkasan Insentif SPPG

Sari menjelaskan bahwa saat ini terdapat 27.820 SPPG yang telah beroperasi. Dengan melakukan pemangkasan insentif selama 18 hari kerja pada puluhan ribu satuan pelayanan tersebut, pemerintah mengklaim berhasil menghemat anggaran negara dalam jumlah yang cukup besar. “Kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar 3 triliun 4 miliar 560 juta rupiah,” tuturnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pemenuhan gizi bagi anak-anak yang paling membutuhkan dapat lebih terfokus dan efektif.

Artikel Terkait