🔴 Breaking
Sosialisasi SJPH dan Keamanan Pangan oleh Halal Center UIN Saizu untuk Usaha Mikro Vietnam Rencanakan Pengurangan Pajak 30% untuk Usaha Kecil, Berikut Penjelasannya Chip AI Nvidia H200 Akhirnya Masuk ke China Setelah Delapan Bulan Tertunda --- Dua Teman Sehidup Semati, Berusia 109 Tahun, Apa yang Membuat Mereka Begitu Tahan Lama? --- Dosen UIN Saizu Khotbah Jumat di Melbourne, Tekankan Pentingnya Spiritualitas --- Permohonan Maaf Bank Mandiri Terkait Pemblokiran Rekening Donasi --- Yogi Gilang Arya Setia Terdakwa Kasus Jaringan Internet Ilegal di Mentawai Ethel Caterham Rayakan Ulang Tahun ke-117, Apa Rahasia Umur Panjangnya? Menteri PPPA Sampaikan Tiga Pesan Penting untuk Mahasiswa Baru di UIN Surakarta Kenaikan Harga Emas Antam pada 24 Agustus 2026 Sebesar Rp 10.000 Sosialisasi SJPH dan Keamanan Pangan oleh Halal Center UIN Saizu untuk Usaha Mikro Vietnam Rencanakan Pengurangan Pajak 30% untuk Usaha Kecil, Berikut Penjelasannya Chip AI Nvidia H200 Akhirnya Masuk ke China Setelah Delapan Bulan Tertunda --- Dua Teman Sehidup Semati, Berusia 109 Tahun, Apa yang Membuat Mereka Begitu Tahan Lama? --- Dosen UIN Saizu Khotbah Jumat di Melbourne, Tekankan Pentingnya Spiritualitas --- Permohonan Maaf Bank Mandiri Terkait Pemblokiran Rekening Donasi --- Yogi Gilang Arya Setia Terdakwa Kasus Jaringan Internet Ilegal di Mentawai Ethel Caterham Rayakan Ulang Tahun ke-117, Apa Rahasia Umur Panjangnya? Menteri PPPA Sampaikan Tiga Pesan Penting untuk Mahasiswa Baru di UIN Surakarta Kenaikan Harga Emas Antam pada 24 Agustus 2026 Sebesar Rp 10.000
Kesehatan

76 Sekolah di Jawa Dihentikan Bantuan Gizi, Fokus pada yang Membutuhkan

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional mengumumkan bahwa 76 sekolah di Pulau Jawa tidak lagi menerima program Makan Bergizi Gratis. Keputusan ini diambil untuk mengalihkan anggaran kepada anak-anak yang leb...

Bima Sakti

Penulis

18 June 2026
78 kali dibaca
Badan Gizi Nasional (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikhealth)
Badan Gizi Nasional (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikhealth)

Jakarta - Agustina Arumsari, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menginformasikan bahwa pihaknya sedang melaksanakan efisiensi anggaran melalui strategi penataan ulang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, Kamis (18/6/2026), BGN telah mengidentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa yang tidak akan lagi mendapatkan bantuan dari program tersebut.

Kebijakan ini akan mengalihkan alokasi anggaran yang sebelumnya ditujukan untuk 39.352 siswa di sekolah-sekolah tersebut. Agustina menjelaskan, keputusan ini diambil setelah melakukan pendataan berdasarkan kriteria ketat yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sekolah-sekolah yang dicoret dari daftar penerima dianggap sudah memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka sendiri.

Alokasi Anggaran untuk Anak yang Membutuhkan

“Sekolah-sekolah yang kami sebutkan kami anggap berdasarkan kriteria yang kami susun, mereka secara mandiri mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka, sehingga tidak membutuhkan intervensi dari pemerintah,” ungkap Sari dalam konferensi pers yang diadakan pada hari yang sama.

Anggaran yang berhasil dihemat dari sekolah-sekolah yang mandiri ini akan dialokasikan kembali untuk mendanai program MBG bagi anak-anak yang lebih membutuhkan intervensi dalam pemenuhan gizi dari pemerintah. Selain melakukan penataan pada sekolah-sekolah yang sudah mandiri, Badan Gizi Nasional juga menerapkan langkah efisiensi yang signifikan pada sektor operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pemangkasan Insentif SPPG

Sari menjelaskan bahwa saat ini terdapat 27.820 SPPG yang telah beroperasi. Dengan melakukan pemangkasan insentif selama 18 hari kerja pada puluhan ribu satuan pelayanan tersebut, pemerintah mengklaim berhasil menghemat anggaran negara dalam jumlah yang cukup besar. “Kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar 3 triliun 4 miliar 560 juta rupiah,” tuturnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pemenuhan gizi bagi anak-anak yang paling membutuhkan dapat lebih terfokus dan efektif.

Artikel Terkait