Apple sedang dalam proses negosiasi untuk mengakuisisi chip memori dari dua produsen asal China, yaitu ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan Yangtze Memory Technologies (YMTC), yang keduanya telah dimasukkan dalam daftar hitam oleh Pentagon. Daftar tersebut merupakan bagian dari 1260H Kementerian Pertahanan Amerika Serikat yang mencakup perusahaan-perusahaan China yang diduga memiliki hubungan dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Tindakan Apple ini dianggap berisiko dari perspektif politik, namun merupakan langkah strategis untuk menghadapi krisis chip memori yang sedang melanda secara global.
CXMT dikenal sebagai salah satu produsen DRAM (Dynamic Random Access Memory) terbesar di China, yang merupakan jenis memori yang digunakan sebagai RAM dalam perangkat seperti ponsel, laptop, dan komputer. Sementara itu, YMTC adalah produsen NAND flash, yang digunakan untuk penyimpanan pada berbagai perangkat elektronik. Apple berencana untuk mendapatkan kedua jenis chip tersebut, yaitu DRAM dari CXMT dan NAND dari YMTC. Jika kesepakatan ini berhasil, jumlah pemasok chip memori utama Apple akan meningkat dari tiga menjadi lima, setelah sebelumnya bergantung pada Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology.
Strategi Pembelian Chip untuk Pasar Tertentu
Penting untuk dicatat bahwa Apple tidak akan menggunakan chip dari CXMT dan YMTC untuk semua produknya. Menurut laporan dari Bloomberg, chip-chip tersebut akan dialokasikan khusus untuk perangkat yang dijual di pasar China, dan tidak untuk perangkat yang dipasarkan di Indonesia, Amerika Serikat, atau negara lainnya. Apple telah mengembangkan model khusus untuk pasar China, seperti iPhone yang menggunakan chip modem yang berbeda dibandingkan dengan versi global. Strategi ini diterapkan untuk mengurangi risiko politik terkait kesepakatan tersebut.
CEO Apple, Tim Cook, dilaporkan telah melakukan komunikasi langsung dengan pejabat pemerintahan Trump untuk membahas rencana ini, termasuk Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Sebulan sebelum ini, Apple juga telah menghubungi Kementerian Perdagangan AS untuk melobi agar mendapatkan izin secepatnya, sebagaimana yang dilaporkan oleh PhoneArena. Proses lobi ini menjadi kompleks karena status perusahaan-perusahaan tersebut dalam daftar Pentagon. Meskipun secara teknis Apple tidak dilarang untuk membeli chip dari CXMT dan YMTC, ada risiko besar yang mengintai. Kementerian Pertahanan AS tidak diperbolehkan untuk menjalin kontrak dengan perusahaan yang terdaftar dalam daftar 1260H atau menggunakan produk yang mengandung komponen dari perusahaan tersebut. Jika Apple menggunakan chip dari CXMT dan YMTC, mereka berpotensi kehilangan semua kontrak dengan militer AS.
Dampak Krisis Chip Memori Global
Krisis chip memori global menjadi penyebab utama dari seluruh situasi ini. Sejak akhir 2025, harga chip memori DRAM mengalami lonjakan yang signifikan. TrendForce mencatat bahwa harga kontrak DRAM meningkat hingga 98 persen pada kuartal pertama 2026, dan diperkirakan akan terus naik antara 58 hingga 63 persen. Lonjakan harga ini disebabkan oleh tiga raksasa memori dunia yang mengalihkan sebagian besar kapasitas produksinya untuk memproduksi memori kelas atas (High-Bandwidth Memory) yang dibutuhkan untuk pusat data AI, sehingga sisa produksi untuk pasar konsumen menjadi sangat terbatas.
Akibat dari krisis ini, Apple terpaksa menaikkan harga produk di seluruh dunia. Pada 25 Juni 2026, Apple mengumumkan kenaikan harga untuk MacBook Air sebesar 200 dollar AS, MacBook Pro antara 300 hingga 400 dollar AS, dan iPad Air sebesar 150 dollar AS. Meskipun hingga saat ini Apple belum menaikkan harga iPhone, tekanan biaya produksi terus meningkat. Tim Cook bahkan menyebut krisis chip memori saat ini sebagai "banjir seratus tahun" yang hanya terjadi sekali dalam seratus tahun. Ia juga mengakui bahwa ia belum pernah menyaksikan kondisi seburuk ini selama 40 tahun berkarir di industri teknologi.
Kasus Apple ini mencerminkan tantangan yang lebih besar yang dihadapi oleh industri teknologi global saat ini. Jika perusahaan sebesar Apple, yang memiliki kekuatan negosiasi yang kuat, harus meminta izin untuk membeli chip dari perusahaan yang terdaftar dalam daftar hitam militer, bagaimana nasib produsen elektronik yang lebih kecil? Krisis chip memori ini telah mendorong seluruh industri elektronik konsumen ke titik yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan harga yang terus meningkat, pasokan yang semakin menipis, dan pilihan untuk mendapatkan pasokan tambahan yang semakin terbatas.