Harga Bitcoin (BTC) menutup bulan Juni 2026 dengan catatan buruk, mencatatkan penurunan terburuk dalam empat tahun terakhir. Cryptocurrency terbesar di dunia ini sempat jatuh di bawah level psikologis 60.000 dollar AS sebelum akhirnya diperdagangkan pada kisaran 58.200 dollar AS pada Selasa, 30 Juni 2026. Menurut pantauan terbaru, pada Rabu, 1 Juli 2026, Bitcoin diperdagangkan di sekitar 58.300 dollar AS, setara dengan sekitar Rp 1 miliar berdasarkan kurs hari ini yang mencapai Rp 17.930. Selama bulan Juni, harga Bitcoin mengalami penurunan lebih dari 21 persen, yang merupakan penurunan bulanan terdalam sejak Juni 2022.
Pada bulan Juni 2022, harga Bitcoin sempat jatuh ke level 20.000 hingga 19.000 dollar AS (sekitar Rp 296 juta hingga Rp 274 juta saat itu). Kini, muncul pertanyaan apakah situasi saat ini dapat menyebabkan Bitcoin kembali ke kisaran 20.000 dollar AS, seperti yang terjadi saat pasar kripto mengalami kejatuhan empat tahun lalu.
Penurunan Terbesar Sejak 2022
Pada Rabu, 1 Juli 2026, harga Bitcoin tercatat di kisaran 58.300 dollar AS, atau sekitar Rp 1 miliar. Tekanan terhadap Bitcoin telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Secara tahunan, harga Bitcoin telah mengalami penurunan sekitar 33 persen. Kinerja BTC ini sangat kontras dengan indeks saham S&P 500 yang justru mengalami kenaikan lebih dari 9 persen dalam periode yang sama. Bitcoin juga telah kehilangan sekitar 52 persen dari rekor harga tertingginya yang dicapai pada Oktober 2025, di mana harga Bitcoin mencapai 126.296 dollar AS per kepingnya atau setara Rp 2,1 miliar.
Namun, para analis berpendapat bahwa kondisi pasar saat ini berbeda dibandingkan dengan "crypto winter" pada tahun 2022. Pada Juni 2022, harga Bitcoin jatuh hingga sekitar 19.000 dollar AS akibat kebangkrutan beberapa perusahaan kripto besar dan berbagai skandal yang mengguncang industri. Sementara itu, penurunan harga kali ini lebih banyak disebabkan oleh aksi jual dan likuidasi di pasar derivatif tanpa adanya kebangkrutan besar.
Analis dari Compass Point, Ed Engel, menyatakan bahwa siklus "bearish" kali ini belum menunjukkan kegagalan perusahaan besar seperti yang terjadi sebelumnya. Tekanan terhadap Bitcoin juga datang dari investor institusional, di mana sepanjang bulan Juni, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mengalami arus keluar dana lebih dari 4,1 miliar dollar AS, yang merupakan angka keluar terbesar sejak ETF Bitcoin spot pertama kali diperdagangkan pada Januari 2024. Keluarnya dana dari investor institusi ini diyakini menjadi salah satu faktor yang menghambat pemulihan harga Bitcoin.
Potensi Penurunan Lebih Lanjut
Beberapa analis memprediksi bahwa harga Bitcoin mungkin belum mencapai titik terendahnya seperti pada Oktober 2022. David Grider, Managing Partner di Finality Capital Partners, memperkirakan bahwa tekanan masih akan berlanjut hingga September atau Oktober tahun ini. "Saya rasa Bitcoin belum mencapai titik terendah. Level 40.000 dollar AS hingga 45.000 dollar AS masih sangat mungkin terjadi," ungkap Grider.
Pandangan serupa juga terlihat di platform prediksi Kalshi, di mana para trader mulai mempertimbangkan kemungkinan Bitcoin turun ke kisaran 45.000 dollar AS sebelum akhir 2026. Namun, belum banyak analis yang memperkirakan bahwa aset kripto yang diyakini diciptakan oleh Satoshi Nakamoto ini akan kembali menyentuh level 20.000 dollar AS seperti pada tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh kondisi industri kripto saat ini yang dianggap jauh lebih kuat dibandingkan empat tahun lalu.
Selain tidak adanya gelombang kebangkrutan besar, banyak perusahaan kripto yang masih memiliki likuiditas yang cukup sehat. Salah satu contohnya adalah Strategy (dahulu MicroStrategy), yang merupakan perusahaan publik terbesar di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan utama. Strategy baru saja mengumpulkan dana lebih dari 1 miliar dollar AS untuk memperkuat cadangan kas perusahaan, yang dianggap dapat meredakan kekhawatiran investor terhadap risiko likuiditas.
Dengan demikian, meskipun tekanan terhadap Bitcoin masih besar dan kemungkinan penurunan ke kisaran 40.000–45.000 dollar AS masih terbuka, skenario kembali ke 20.000 dollar AS saat ini belum menjadi proyeksi utama di pasar. Artikel ini disajikan sebagai informasi terkini mengenai industri kripto dan bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan pembelian atau penjualan aset kripto. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.