🔴 Breaking
Ekonomi

Daud Joseph Mengundurkan Diri dari Jabatan Direktur Utama Pos Indonesia

Daud Joseph telah resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia, dan perusahaan memastikan bahwa proses transisi kepemimpinan akan berjalan sesuai dengan ketentuan yan...

Sabina Almira

Penulis

02 July 2026
7 kali dibaca
PT Pos Indonesia (Persero) mengonfirmasi pengunduran diri Daud Joseph dari posisi Direktur Utama perusahaan.(Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
PT Pos Indonesia (Persero) mengonfirmasi pengunduran diri Daud Joseph dari posisi Direktur Utama perusahaan.(Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

PT Pos Indonesia (Persero) telah mengonfirmasi bahwa Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama. Pengunduran diri ini diterima pada 2 Juli 2026 dan dipastikan tidak akan mengganggu proses bisnis perusahaan.

Corporate Secretary Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut murni didasari oleh kepentingan pribadi. "PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa Direktur Utama, Daud Joseph telah menyampaikan permintaan pengunduran diri dari jabatannya pada tanggal 2 Juli 2026. Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ungkap Iwan dalam keterangan resmi.

Penghargaan atas Dedikasi

Iwan menambahkan bahwa perusahaan menghormati keputusan Daud Joseph dan memberikan penghargaan yang tinggi atas dedikasi serta kontribusinya selama menjabat. Ia menegaskan bahwa PT Pos Indonesia akan melaksanakan proses transisi kepemimpinan sesuai dengan tata kelola yang berlaku.

Selama masa transisi ini, Iwan memastikan bahwa kegiatan operasional perusahaan akan tetap berjalan tanpa gangguan. "PT Pos Indonesia (Persero) memastikan bahwa proses transisi kepemimpinan akan dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku," ujarnya.

Kepastian Layanan Berlanjut

Iwan juga menekankan komitmen perusahaan untuk tetap memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. "PT Pos Indonesia menegaskan bahwa saat ini kondisi operasional tetap berjalan lancar dan baik. Seluruh pelaksanaan program transformasi dan agenda strategis Perusahaan terus berjalan sesuai rencana Perusahaan," tegasnya.

Di sisi lain, konsolidasi tujuh perusahaan logistik milik negara telah resmi dimulai dengan penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan pada 30 Juni 2026. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi dan meningkatkan efisiensi layanan logistik di Indonesia.

Proses penandatanganan berlangsung di Pos Bloc Jakarta dan dihadiri oleh perwakilan dari tujuh perusahaan yang terlibat, termasuk Pelindo Solusi Logistik dan Pos Logistics. Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management (DAM), Aurelius Altius Rosimin, menyatakan bahwa penggabungan ini merupakan langkah penting dalam Konsolidasi BUMN Logistik Nasional yang diinisiasi Danantara Asset Management.

Melalui konsolidasi ini, pemerintah berharap dapat mengurangi fragmentasi entitas, mengoptimalkan skala usaha, dan mengeliminasi tumpang tindih layanan yang menghambat efisiensi logistik. Dengan langkah ini, diharapkan daya saing industri logistik nasional dapat diperkuat dan biaya logistik di Indonesia dapat diturunkan.

Dalam konsolidasi tersebut, PT Pos Indonesia (Persero) akan berperan sebagai salah satu pilar utama dalam ekosistem logistik baru dan siap mendukung proses transformasi dengan memanfaatkan jaringan operasional yang ada.

Artikel Terkait