Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi melantik tiga direktur jenderal baru di Kementerian Keuangan pada Rabu, 1 Juli 2026. Ketiga pejabat ini akan memimpin bidang-bidang strategis yang berhubungan dengan pengelolaan anggaran negara, aset negara, dan stabilitas sektor keuangan.
Pejabat yang dilantik antara lain Sudarto sebagai Direktur Jenderal Anggaran, Evita Manthovani sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan Herman Saheruddin sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK). Dalam sambutannya, Purbaya menekankan bahwa jabatan yang diemban bukan hanya sekadar rotasi birokrasi, tetapi merupakan amanah yang berdampak langsung pada perekonomian nasional.
"Jabatan yang diemban adalah kepercayaan yang sangat besar. Di balik setiap keputusan yang Saudara ambil, ada dampak terhadap anggaran negara, aset negara, stabilitas ekonomi, dunia usaha, dan kehidupan masyarakat," ungkap Purbaya.
Profil Sudarto, Direktur Jenderal Anggaran
Sudarto ditunjuk untuk memimpin Direktorat Jenderal Anggaran setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Harian Direktur Jenderal Anggaran dan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara. Kariernya di Kementerian Keuangan dimulai pada tahun 1989 sebagai calon pegawai negeri sipil. Selama lebih dari tiga dekade, ia telah menduduki berbagai posisi penting, termasuk Direktur Sistem Perbendaharaan dan Direktur Transformasi Perbendaharaan.
Dalam dunia akademis, Sudarto adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari International University of Japan, serta gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) Economics dari The University of New South Wales, Australia.
Profil Evita Manthovani, Direktur Jenderal Kekayaan Negara
Evita Manthovani kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Sebelum pelantikan, ia menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Lahir di Jakarta pada 6 Juni 1971, Evita memulai pendidikannya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan melanjutkan studi sarjana serta magister di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Pengalaman Evita meliputi berbagai posisi di bidang kepabeanan dan pengelolaan keuangan negara. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama di Kemenko Perekonomian. Sebagai pengakuan atas pengabdiannya, Evita menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun.
Profil Herman Saheruddin, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan
Herman Saheruddin ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal sejak Maret 2026. Karier Herman banyak dibangun di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak tahun 2010, di mana ia memegang berbagai posisi penting, termasuk Risk Management Officer dan Direktur Group Riset.
Di bidang pendidikan, Herman menyelesaikan studi sarjana ekonomi dan magister manajemen di Universitas Indonesia, serta meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang perbankan dan keuangan dari Darla Moore School of Business, University of South Carolina, Amerika Serikat. Selain aktif di dunia profesional, Herman juga dikenal sebagai akademisi yang produktif dalam penulisan di jurnal internasional dan terlibat dalam forum global.
Dengan kombinasi pengalaman di sektor birokrasi, akademik, dan keuangan, ketiga pejabat baru ini diharapkan dapat memperkuat kinerja Kementerian Keuangan dalam menjaga disiplin fiskal, pengelolaan aset negara, serta stabilitas sistem keuangan di Indonesia.