🔴 Breaking
Menteri Keuangan Lantik Tiga Direktur Jenderal Baru, Kenali Profil Mereka Temuan BPOM: Obat Batuk Palsu yang Berbahaya dan Kandungannya Pramuka UIN Saizu Resmi Luncurkan Kalimas 2026 di Banyumas OJK Perkuat Pengawasan untuk Cegah Manipulasi dan Misinformasi di Pasar Modal PPATK dan APH Diminta Audit Aliran Dana Asing yang Diduga Biayai Narasi Antinegara Kekacauan di Prancis Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Warga Berebut AC Seribu Calon Mahasiswa Baru UIN Saizu Ikuti Ujian BQ-PI Tahap Pertama Direktorat Jenderal Pajak: Penghasilan Online dan Offline Harus Dilaporkan dalam Satu SPT Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Kirim Surat Terbuka ke Presiden Tuntut Perlindungan Tenaga Kesehatan Stefanus Ariyanto, Lulusan Pertama DIA UKSW, Bahas Tantangan Digital Auditor Menteri Keuangan Lantik Tiga Direktur Jenderal Baru, Kenali Profil Mereka Temuan BPOM: Obat Batuk Palsu yang Berbahaya dan Kandungannya Pramuka UIN Saizu Resmi Luncurkan Kalimas 2026 di Banyumas OJK Perkuat Pengawasan untuk Cegah Manipulasi dan Misinformasi di Pasar Modal PPATK dan APH Diminta Audit Aliran Dana Asing yang Diduga Biayai Narasi Antinegara Kekacauan di Prancis Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Warga Berebut AC Seribu Calon Mahasiswa Baru UIN Saizu Ikuti Ujian BQ-PI Tahap Pertama Direktorat Jenderal Pajak: Penghasilan Online dan Offline Harus Dilaporkan dalam Satu SPT Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Kirim Surat Terbuka ke Presiden Tuntut Perlindungan Tenaga Kesehatan Stefanus Ariyanto, Lulusan Pertama DIA UKSW, Bahas Tantangan Digital Auditor
Kesehatan

Kekacauan di Prancis Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Warga Berebut AC

Gelombang panas yang melanda Eropa menyebabkan kekacauan di Prancis, di mana banyak warga berbondong-bondong menyerbu toko untuk mendapatkan pendingin ruangan. Suhu ekstrem yang mencapai 40 derajat Ce...

Fayra Nugroho

Penulis

01 July 2026
14 kali dibaca
Potret warga Prancis yang panic buying AC dan kipas angin imbas suhu panas ekstrem. (Foto: Tangkapan Layar X/@Cpasdesloll)
Potret warga Prancis yang panic buying AC dan kipas angin imbas suhu panas ekstrem. (Foto: Tangkapan Layar X/@Cpasdesloll)

Prancis saat ini sedang mengalami gelombang panas ekstrem yang mengakibatkan situasi kacau di berbagai wilayah. Lonjakan suhu yang sangat tinggi membuat banyak warga panik dan bergegas menuju toko-toko untuk membeli perangkat pendingin ruangan (AC). Di Chambery, ratusan orang terlihat menyerbu sebuah toko, berusaha mendapatkan AC yang tersisa.

Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan momen ketika pintu toko dibuka, di mana ratusan pengunjung langsung berlarian memasuki toko tanpa kendali, saling berdesakan untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Banyak saksi mata dan pengguna internet terkejut melihat fenomena panic buying yang dianggap tidak lazim terjadi di Prancis.

Rekor Suhu yang Memprihatinkan

Menurut laporan, Prancis adalah salah satu negara yang paling parah terpengaruh oleh krisis panas yang melanda Eropa saat ini. Paris, misalnya, mencatatkan hari-hari dengan suhu di atas 40 derajat Celsius pada minggu ini, jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan akumulasi suhu tinggi dari tahun 1872 hingga 2019.

Pakar meteorologi menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh 'heat dome' atau kubah panas, yang terjadi akibat sistem tekanan tinggi yang menjebak udara hangat di dekat permukaan. Hal ini mengakibatkan langit yang cerah dan paparan sinar matahari yang sangat intens, sehingga suhu terus meningkat.

Bahaya Kesehatan dan Imbauan untuk Masyarakat

Suhu rata-rata nasional di Prancis telah mencapai 29,8 derajat Celsius, memecahkan rekor baru untuk pembacaan suhu siang dan malam. Paparan suhu ekstrem di atas 40 derajat Celsius dapat berbahaya bagi kesehatan, berisiko menyebabkan dehidrasi, kelelahan panas, hingga heat stroke yang dapat mengancam jiwa.

Ketika heat stroke terjadi, tubuh tidak dapat mendinginkan diri secara alami, sehingga suhu inti tubuh meningkat drastis, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan organ vital lainnya. Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, untuk tetap berada di dalam ruangan, menjaga hidrasi dengan banyak minum air, serta menggunakan alat pendingin untuk mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem ini.

Gelombang panas ini tidak hanya berdampak di Prancis, tetapi juga mulai meluas ke wilayah Italia dan Spanyol.

Artikel Terkait