Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah menemukan peredaran obat palsu dengan merek Codrela dan Trivamm Fliege. Penemuan ini didasarkan pada hasil penelusuran yang menunjukkan bahwa kedua produk tersebut tidak mencantumkan nomor izin edar dan tidak terdaftar di BPOM. Pengawasan yang dilakukan oleh BPOM berlangsung secara intensif, baik di sarana distribusi fisik maupun melalui platform online.
Obat Codrela teridentifikasi sebagai produk palsu yang ditemukan di salah satu lokasi di Jawa Timur. Diduga, produk ini merupakan hasil pengemasan ulang dari Codela Tablet, berdasarkan perbandingan karakteristik fisik tablet tersebut. Meskipun dalam kemasannya Codrela mengklaim mengandung zat aktif kodein, hasil pengujian dari BPOM menunjukkan bahwa produk ini negatif terhadap kodein dan hanya mengandung Dextromethorphan serta Chlorphenamine Maleate, yang juga terdapat pada Codela Tablet. BPOM telah berkoordinasi dengan pihak industri farmasi dan menyimpulkan bahwa Codrela adalah produk palsu, yang terlihat dari ketidaksesuaian informasi pada label.
Hasil Pengujian Laboratorium
"Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan, melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM)," ungkap Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangannya.
Obat Trivamm Fliege dan Potensi Penyalahgunaan
BPOM juga menemukan produk lain yang bernama Trivamm Fliege. Obat ini beredar melalui marketplace dan mengklaim mengandung propofol 20 mg. Taruna menjelaskan bahwa propofol adalah obat keras yang digunakan dalam dunia medis sebagai anestetik umum intravena untuk induksi dan pemeliharaan anestesi umum serta sedasi dalam tindakan medis dan perawatan intensif. "Propofol merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter," tegasnya.
BPOM mengingatkan bahwa Trivamm Fliege sering disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu karena dapat menyebabkan penurunan kesadaran pada penggunanya. Kandungan propofol dapat memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf, sehingga digunakan untuk membuat seseorang tertidur dalam konteks anestesi operasi atau prosedur medis lainnya.
Obat palsu tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Produk-produk ini dapat mengandung komposisi yang tidak tepat, baik terlalu banyak maupun terlalu sedikit, atau bahkan tidak mengandung zat aktif sama sekali. Dalam beberapa kasus, obat palsu juga ditemukan mengandung zat aktif lain yang dapat membahayakan kesehatan.
BPOM mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan peredaran Codrela dan Trivamm Fliege, baik di tempat fisik maupun secara online.