🔴 Breaking
Kesehatan

Dampak Pengurangan Asupan Garam Terhadap Kesehatan Jantung

Mengurangi konsumsi garam dalam seminggu dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah, setara dengan efek obat antihipertensi. Namun, penyesuaian pola makan yang berkelanjutan tetap diperlukan unt...

Chandra Kirana

Penulis

02 July 2026
9 kali dibaca
Foto: Ilustrasi garam (Getty Images/iStockphoto/Detry26)
Foto: Ilustrasi garam (Getty Images/iStockphoto/Detry26)

Jakarta - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali disebut sebagai pembunuh diam. Meskipun demikian, perubahan dalam pola makan dan gaya hidup dapat memberikan pengaruh signifikan dalam pengelolaan tekanan darah. Salah satu langkah utama yang disarankan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan mengurangi asupan garam.

Menurut penelitian, konsumsi garam yang lebih rendah berkaitan dengan penurunan tekanan darah. Mengurangi asupan garam selama satu minggu dapat menurunkan tekanan darah hingga tingkat yang sebanding dengan obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengatasi hipertensi. Namun, hal ini tidak berarti bahwa pengurangan garam dapat sepenuhnya menggantikan obat yang diresepkan oleh dokter.

Efektivitas Diet Rendah Natrium

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2023 melibatkan orang dewasa lanjut usia yang menerapkan diet rendah natrium dengan batasan konsumsi hanya 500 mg natrium per hari. Untuk perbandingan, rata-rata orang Amerika mengonsumsi sekitar 3.500 mg natrium, yang setara dengan 1¾ sendok teh garam setiap harinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diet rendah natrium dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 6 mmHg. Tekanan darah sistolik adalah angka yang menunjukkan tekanan di arteri saat jantung berdetak. Penurunan tersebut sebanding dengan efek yang biasanya diperoleh dari penggunaan hidroklorotiazid, salah satu jenis obat untuk hipertensi.

Penurunan tekanan darah ini terlihat konsisten di semua kelompok, termasuk individu dengan tekanan darah normal, mereka yang memiliki tekanan darah tinggi tanpa pengobatan, serta mereka yang sedang menjalani terapi antihipertensi.

Pengaruh Garam Terhadap Tekanan Darah

Garam dapur atau natrium klorida terdiri dari sekitar 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Natrium dalam darah berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Garam memiliki kemampuan untuk menarik air ke dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan volume darah dan menyebabkan tekanan darah meningkat. Jika asupan natrium berlebihan dalam jangka waktu lama, hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tetap tinggi dan membebani jantung.

Walaupun natrium diperlukan setiap hari agar tubuh berfungsi dengan baik, orang dewasa disarankan untuk membatasi asupan natrium hingga 2.300 mg per hari, dengan target ideal kurang dari 1.500 mg untuk menjaga tekanan darah tetap sehat. Mengurangi konsumsi garam selama seminggu memang dapat menurunkan tekanan darah, tetapi jika asupan garam meningkat kembali, tekanan darah juga dapat naik. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pola makan rendah natrium secara konsisten untuk mempertahankan efek penurunan tekanan darah.

Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi: mengutamakan konsumsi makanan utuh seperti buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian utuh, dan daging tanpa lemak, dibandingkan dengan makanan olahan atau cepat saji; membaca label informasi nilai gizi pada produk makanan dan memilih alternatif yang rendah atau bebas natrium; mengurangi konsumsi makanan yang diawetkan atau diproses yang biasanya tinggi natrium; serta menggunakan rempah-rempah sebagai pengganti garam untuk menambah cita rasa.

Artikel Terkait