🔴 Breaking
Apple Pertimbangkan Kenaikan Harga Produk dalam Waktu Dekat Antisipasi Kemarau Panjang di Indonesia, Kemenkes Berikan Saran untuk Kesehatan Pelni Lakukan Perubahan Direksi, Budi Setyawan Wijaya Menjadi Direktur Utama Pertemuan Prabowo dengan Pimpinan Bank Himbara: Fokus pada Efisiensi Perbankan --- Kejanggalan dalam Kasus dr Ratna yang Dituntut Penjara 4,5 Tahun Terungkap --- Kenaikan BI Rate Belum Optimalkan Rupiah, Pengamat Soroti Dominasi Faktor Eksternal Pendapatan OpenAI Mencapai Rp 355 Triliun, Namun Kerugian Meningkat Hingga Rp 693 Triliun 76 Sekolah di Jawa Dihentikan Bantuan Gizi, Fokus pada yang Membutuhkan Kemeriahan Gebyar Tadris 2026 UIN Saizu: Film dan Inovasi Pembelajaran Mahasiswa Panduan Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker Apple Pertimbangkan Kenaikan Harga Produk dalam Waktu Dekat Antisipasi Kemarau Panjang di Indonesia, Kemenkes Berikan Saran untuk Kesehatan Pelni Lakukan Perubahan Direksi, Budi Setyawan Wijaya Menjadi Direktur Utama Pertemuan Prabowo dengan Pimpinan Bank Himbara: Fokus pada Efisiensi Perbankan --- Kejanggalan dalam Kasus dr Ratna yang Dituntut Penjara 4,5 Tahun Terungkap --- Kenaikan BI Rate Belum Optimalkan Rupiah, Pengamat Soroti Dominasi Faktor Eksternal Pendapatan OpenAI Mencapai Rp 355 Triliun, Namun Kerugian Meningkat Hingga Rp 693 Triliun 76 Sekolah di Jawa Dihentikan Bantuan Gizi, Fokus pada yang Membutuhkan Kemeriahan Gebyar Tadris 2026 UIN Saizu: Film dan Inovasi Pembelajaran Mahasiswa Panduan Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker
Teknologi

Apple Pertimbangkan Kenaikan Harga Produk dalam Waktu Dekat

CEO Apple, Tim Cook, mengindikasikan bahwa harga produk Apple berpotensi meningkat akibat lonjakan biaya komponen memori dan penyimpanan. Meskipun berusaha menahan biaya, situasi pasar saat ini membua...

Bima Sakti

Penulis

19 June 2026
5 kali dibaca
Apple Pertimbangkan Kenaikan Harga Produk dalam Waktu Dekat
Sumber gambar: tekno.kompas.com

CEO Apple, Tim Cook, memberikan sinyal bahwa harga produk-produk Apple mungkin akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya biaya komponen memori dan penyimpanan yang digunakan dalam berbagai perangkat Apple.

Dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal, Cook menyatakan bahwa Apple telah berusaha keras untuk menahan kenaikan biaya produksi agar tidak dibebankan kepada konsumen. Namun, ia menilai bahwa kondisi pasar saat ini sudah tidak memungkinkan untuk terus menahan biaya tersebut. "Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meredam lonjakan biaya yang dibebankan kepada kami dan melindungi pelanggan, tetapi situasinya sudah tidak berkelanjutan," ungkap Cook.

Potensi Kenaikan Harga pada Produk Baru

Walaupun Cook tidak merinci produk mana yang akan mengalami kenaikan harga dan kapan kebijakan tersebut akan mulai diterapkan, sejumlah analis memperkirakan bahwa lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang diperkirakan akan diluncurkan pada bulan September mendatang bisa menjadi salah satu produk pertama yang mengalami penyesuaian harga. Selain itu, perangkat lain seperti iPad dan Mac juga diperkirakan akan terpengaruh.

Firma riset TechInsights memperkirakan bahwa untuk menjaga margin keuntungan, Apple mungkin perlu menaikkan harga iPhone 18 Pro hingga sekitar 270 dolar AS. Dengan kurs saat ini yang berada di kisaran Rp 17.848 per dolar AS, kenaikan tersebut setara dengan hampir Rp 4,8 juta. Meski angka ini masih berupa estimasi, laporan dari The Wall Street Journal menunjukkan bahwa Apple mungkin harus melakukan penyesuaian harga yang signifikan untuk mempertahankan tingkat profitabilitas saat ini.

Tantangan dalam Pasokan Komponen

Kenaikan biaya komponen ini semakin diperparah oleh kebutuhan Apple untuk meningkatkan kapasitas RAM di perangkat generasi berikutnya guna mendukung berbagai fitur kecerdasan buatan (AI) yang baru. Cook mengakui bahwa kondisi ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan. "Pasokan semakin sedikit ketika konsumen tetap membutuhkan perangkat, sementara produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar kepada kami," kata Cook.

Ia bahkan menyatakan bahwa situasi saat ini adalah sesuatu yang belum pernah ia alami selama lebih dari empat dekade berkarier di industri teknologi. "Saya belum pernah melihat kondisi seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun," tambahnya.

Apple bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang merasakan dampak dari lonjakan harga komponen. Beberapa perusahaan teknologi lainnya seperti Samsung, Microsoft, Sony, Dell, HP, Nintendo, dan Valve juga telah mengakui adanya tekanan biaya akibat kenaikan harga chip memori dan penyimpanan.

Artikel Terkait