🔴 Breaking
Teknologi

Fakta Menarik: Produk Pertama Samsung dan Nokia Ternyata Bukan Ponsel

Samsung dan Nokia, yang dikenal sebagai raksasa dalam industri ponsel, ternyata memulai perjalanan mereka dengan produk yang jauh berbeda dari telepon genggam.

Galang Mahesa

Penulis

14 August 2026
9 kali dibaca
Samsung Galaxy S23 series (reguler, Plus, dan Ultra).(KOMPAS.com/Galuh Putri Riyanto)
Samsung Galaxy S23 series (reguler, Plus, dan Ultra).(KOMPAS.com/Galuh Putri Riyanto)

Samsung dan Nokia adalah dua perusahaan besar yang sangat dikenal dalam dunia telekomunikasi. Samsung merilis ponsel pertamanya pada tahun 1988 dan sejak saat itu terus berinovasi, menjadikannya salah satu produsen smartphone terkemuka di dunia. Sementara itu, Nokia pernah menjadi pemimpin pasar ponsel pada tahun 1990-an hingga awal 2000-an. Namun, yang menarik adalah produk pertama yang mereka luncurkan bukanlah ponsel, melainkan barang-barang rumah tangga.

Awal Mula Samsung

Samsung, yang berarti "tiga bintang" dalam bahasa Korea, didirikan pada 1 Maret 1938 di Daegu, Korea Selatan, oleh Lee Byung-Chull. Pada awalnya, perusahaan ini beroperasi sebagai toko grosir yang menjual mi instan serta ikan dan sayuran kering. Bisnisnya berkembang dan pada tahun 1947, Samsung pindah ke Seoul. Setelah perang Korea berakhir pada tahun 1953, fokus perusahaan beralih ke pembangunan industri di Korea, termasuk sektor perbankan, tekstil, asuransi, dan ritel. Pada tahun 1969, Samsung mulai memasuki industri elektronik dengan mendirikan divisi Samsung Electronics dan bekerja sama dengan Sanyo untuk memproduksi televisi hitam-putih.

Pada tahun 1988, Samsung meluncurkan ponsel pertamanya, yaitu Samsung SH-100, yang juga menjadi ponsel pertama di Korea. Sejak saat itu, Samsung terus meluncurkan berbagai model ponsel, termasuk edisi terbatas The Matrix Reloaded yang hanya diproduksi sebanyak 5.000 unit di Amerika Serikat pada tahun 2003. Hingga kini, Samsung telah merilis lebih dari 2.300 model ponsel sejak debutnya.

Sejarah Awal Nokia

Sementara itu, Nokia didirikan pada tahun 1865 di Finlandia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bubur kertas dan kertas. Produk pertama yang mereka luncurkan adalah tisu toilet, yang kemasannya masih dapat ditemukan di internet. Pada tahun 1960, Nokia mulai merambah ke industri elektronik dan terlibat dalam berbagai sektor, termasuk komunikasi kabel dan perangkat elektronik. Pada tahun 1990-an, Nokia menjadi terkenal dengan ponsel kompaknya, salah satunya adalah Nokia 3310, yang terjual lebih dari 126 juta unit sejak diluncurkan 23 tahun lalu.

Nokia mengalami masa kejayaan sebagai salah satu pemimpin pasar ponsel, namun akhirnya mengalami penurunan yang disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya inovasi. Pada tahun 2014, divisi perangkat keras Nokia diakuisisi oleh Microsoft, dan pada tahun 2016, lisensi mereknya dibeli oleh HMD Global, perusahaan asal China. Saat ini, Nokia masih aktif meluncurkan ponsel fitur dan ponsel 5G di bawah HMD Global.

Artikel Terkait