🔴 Breaking
Ekonomi

Bahlil Mengundang Dirut PGN untuk Diskusikan Harga Gas Industri

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengundang Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, untuk membahas kenaikan harga gas industri yang menjadi perhatian pemerintah setelah arahan dari Presiden Prabowo S...

Aditya Surya

Penulis

25 June 2026
3 kali dibaca
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (Liputan6.com/Christian)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (Liputan6.com/Christian)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah memanggil Arief Setiawan Handoko, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), untuk mendiskusikan kenaikan harga gas industri. Pertemuan ini dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap isu harga gas yang dinilai berdampak pada daya saing industri nasional.

Bahlil menyampaikan kepada Arief, "Pak Arief, habis ini ikut saya. Kita bahas tentang gas untuk industri," saat meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, pada Kamis (25/6/2026).

Diskusi dengan Presiden

Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sempat menghubunginya secara langsung untuk membahas masalah ini. "Tadi Pak Presiden telepon saya di jalan soal ini," kata Bahlil. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melanjutkan pembahasan mengenai implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) agar pasokan dan harga gas untuk industri tetap kompetitif.

Menurut Bahlil, kondisi harga gas industri di Jawa Timur masih terbilang stabil. Namun, terdapat kenaikan harga di beberapa wilayah lain, seperti Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta. Kenaikan ini disebabkan oleh penurunan produksi gas di daerah tersebut, yang pada gilirannya mempengaruhi pasokan gas melalui jaringan pipa.

Alternatif LNG dan Dampaknya

Bahlil menjelaskan bahwa berkurangnya pasokan gas dari pipa memaksa pemerintah dan pelaku usaha untuk memanfaatkan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan industri. "Terpaksa kami pakai LNG. Sehingga, harganya memang agak naik. Nah, ini yang kita harus cari jalan tengah untuk mendorong ke sana," ungkap Bahlil.

Kenaikan harga gas industri juga menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan mitigasi setelah menerima laporan mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 50 ribu pekerja di salah satu pabrik keramik di Bekasi, Jawa Barat. Laporan ini disampaikan oleh Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, yang memperingatkan bahwa dalam waktu 7 hingga 10 hari ke depan, PHK dapat terjadi di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi akibat kenaikan harga gas industri.

Menanggapi situasi ini, Dasco menyatakan akan berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk mencari solusi terkait masalah harga gas. "Ya, jadi setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak. Kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan," jelas Dasco.

Pemerintah berharap bahwa diskusi bersama PGN dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya menjaga keberlangsungan industri, tetapi juga melindungi tenaga kerja.

Artikel Terkait