Berlangganan →
Update
--- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana --- --- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana ---
Ekonomi

BPK Temukan Kelemahan dalam Pengawasan Pajak, Ancaman bagi Penerimaan Negara

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan bahwa pengawasan pajak di Indonesia belum berjalan dengan efektif, dengan sektor nikel yang belum melalui evaluasi risiko yang memadai.

Maya Soraya Larasati 24 April 2026 8 pembaca liputan6.com liputan6.com
BPK Temukan Kelemahan dalam Pengawasan Pajak, Ancaman bagi Penerimaan Negara
liputan6.com

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengidentifikasi bahwa pengawasan pajak di Indonesia masih belum optimal. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi ancaman terhadap penerimaan negara, terutama dalam sektor nikel yang belum mendapatkan evaluasi risiko spesifik dalam pemeriksaan.


BPK menyatakan bahwa kurangnya pengawasan yang efektif dapat mengakibatkan hilangnya potensi pendapatan negara dari sektor pajak. Sektor nikel, yang merupakan salah satu komoditas penting, belum diuji secara menyeluruh untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin ada. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam mekanisme pengawasan untuk memastikan bahwa semua sektor, termasuk nikel, memenuhi kewajiban pajaknya dengan baik.


Dengan temuan ini, BPK mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dalam sistem pengawasan pajak. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dan mencegah kebocoran pendapatan dari sektor-sektor yang berpotensi besar.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait