🔴 Breaking
Transformasi Digital Kesehatan: Tantangan dan Peluang di Seluruh Indonesia Negara Tetangga Meminta Pasokan Beras dari Indonesia Sebanyak 500 Ribu Ton Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Transformasi Digital Kesehatan: Tantangan dan Peluang di Seluruh Indonesia Negara Tetangga Meminta Pasokan Beras dari Indonesia Sebanyak 500 Ribu Ton Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026
Ekonomi

BPK Temukan Kelemahan dalam Pengawasan Pajak, Ancaman bagi Penerimaan Negara

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan bahwa pengawasan pajak di Indonesia belum berjalan dengan efektif, dengan sektor nikel yang belum melalui evaluasi risiko yang memadai.

Maya Soraya Larasati

Penulis

24 April 2026
210 kali dibaca
BPK Temukan Kelemahan dalam Pengawasan Pajak, Ancaman bagi Penerimaan Negara
Sumber gambar: liputan6.com

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengidentifikasi bahwa pengawasan pajak di Indonesia masih belum optimal. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi ancaman terhadap penerimaan negara, terutama dalam sektor nikel yang belum mendapatkan evaluasi risiko spesifik dalam pemeriksaan.


BPK menyatakan bahwa kurangnya pengawasan yang efektif dapat mengakibatkan hilangnya potensi pendapatan negara dari sektor pajak. Sektor nikel, yang merupakan salah satu komoditas penting, belum diuji secara menyeluruh untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin ada. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam mekanisme pengawasan untuk memastikan bahwa semua sektor, termasuk nikel, memenuhi kewajiban pajaknya dengan baik.


Dengan temuan ini, BPK mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dalam sistem pengawasan pajak. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dan mencegah kebocoran pendapatan dari sektor-sektor yang berpotensi besar.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait