🔴 Breaking
Ekonomi

BUMN Mulai Menghasilkan Laba, Prabowo: Terima Kasih Danantara

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa badan usaha milik negara (BUMN) telah menunjukkan perbaikan dengan mulai mencatatkan laba dalam setahun terakhir. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaa...

Fayra Nugroho

Penulis

28 June 2026
5 kali dibaca
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta. (Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta. (Istimewa)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa dalam satu tahun terakhir, kondisi badan usaha milik negara (BUMN) menunjukkan perbaikan yang signifikan setelah dilakukan berbagai upaya pembenahan. Pernyataan ini disampaikan saat ia menanggapi usulan untuk mengalokasikan sebagian laba BUMN guna mendukung kegiatan riset dan inovasi.

Dalam forum tersebut, Prabowo mengemukakan bahwa gagasan untuk memanfaatkan laba BUMN bagi riset adalah ide yang positif. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan bahwa perusahaan negara mampu menghasilkan keuntungan terlebih dahulu. "Tadi juga usul biaya riset. Diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi. Ini bagus, usul. Masalahnya BUMN ini ada labanya nggak?" ungkap Prabowo dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan, Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026, pada Minggu (28/6/2026).

Kondisi BUMN yang Membaik

Prabowo melanjutkan dengan menyatakan bahwa kondisi perusahaan pelat merah kini mulai berubah ke arah yang lebih baik. Ia mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir, BUMN telah mulai mencatatkan laba dan memberikan apresiasi kepada Danantara. "Sekarang mulai ada, Terima kasih Danantara, Terima kasih. Terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba,” tambahnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa proses pembenahan terhadap BUMN masih akan terus dilakukan. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa perusahaan negara memiliki kondisi keuangan yang sehat serta tata kelola yang lebih baik, sehingga dapat mendukung berbagai program strategis, termasuk penguatan riset dan inovasi.

Pentingnya Peran Ilmuwan

Sebelumnya, Prabowo juga menekankan pentingnya peran ilmuwan dan guru besar universitas dalam mendorong kemajuan suatu negara. Ia menyatakan komitmennya untuk melibatkan para profesor dalam posisi-posisi strategis di pemerintahan. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026). Agenda tersebut dihadiri oleh sekitar 2.600 guru besar, dosen, dan ilmuwan dari seluruh Indonesia.

"Saya dari awal sangat sadar peran dan penting para ilmuwan, para guru besar. Dan karena itu, kalau saudara simak, hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikutsertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," jelas Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo menambahkan bahwa seorang pemimpin memiliki tanggung jawab untuk mencari solusi konkret atas setiap masalah yang dihadapi masyarakat. Ia percaya bahwa para guru besar adalah pemikir yang handal dan memiliki inovasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa. "Saudara-saudara yang menjadi Guru Besar adalah memang orang-orang terpintar yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena itu, setiap inovasi, setiap perubahan, setiap kemajuan di setiap bangsa selama peradaban manusia, selalu berasal dari pemikir-pemikir yang terbaik," tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden menganalogikan ilmu kepemimpinan dengan seorang nakhoda kapal atau tim olahraga. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin memerlukan tim yang cakap agar organisasi atau negara dapat mencapai tujuannya dengan baik. "Kalau kita mau menang sepak bola, kita harus punya manajer yang baik, coach yang baik, pelatih-pelatih yang baik, tukang pijit yang baik, tukang bawa minuman yang baik, dan kesebelasan yang terbaik baru kita bisa jadi juara. Sama di semua bidang," urai Prabowo.

Prabowo juga menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek fasilitas. "It is not the technology, it is not the equipment, it is the man and the women behind the equipment. Ini yang kita sadari. Percuma kita punya pesawat yang paling canggih, pilotnya tidak handal," pungkasnya.

Artikel Terkait