🔴 Breaking
Kesehatan

Cara Efektif Membantu Seseorang yang Mengalami Kecemasan

Mendukung individu yang sedang mengalami kecemasan memerlukan pendekatan yang tepat, bukan sekadar menyuruh mereka untuk tenang. Psikolog menjelaskan langkah-langkah yang dapat diambil untuk memberika...

Aditya Surya

Penulis

09 September 2026
10 kali dibaca
Foto: Ilustrasi cemas (Getty Images/iStockphoto/Kiwis)
Foto: Ilustrasi cemas (Getty Images/iStockphoto/Kiwis)

Ketika seseorang mengalami kecemasan, misalnya akibat paparan berita negatif yang terus-menerus, reaksi dari orang-orang di sekitarnya sangat berpengaruh dalam meredakan situasi tersebut. Alih-alih langsung meminta mereka untuk tenang, langkah awal yang harus diambil adalah membantu mereka merasa aman dan tidak sendirian.

Psikolog Meity Arianty menjelaskan bahwa individu yang sedang cemas perlu "dipijakkan" terlebih dahulu sebelum dapat menenangkan diri sepenuhnya. Meminta seseorang untuk tenang saat mereka berada dalam keadaan cemas tidak selalu realistis. "Kalau seseorang sudah mulai merasa cemas, yang paling penting itu sebenarnya bukan menyuruh dia tenang, tapi dia napak dulu, karena kalau orang cemas, aku mengatakan buat kita itu kayak lagi ngambang," ujarnya dalam tayangan detikPagi.

Pentingnya Rasa Aman

Kondisi kecemasan dapat diibaratkan seperti seseorang yang berada dalam situasi yang tidak stabil. Dalam keadaan ini, tidak mungkin untuk meminta mereka tenang secara langsung. Oleh karena itu, orang-orang di sekitarnya perlu membantu menciptakan rasa aman terlebih dahulu. "Kita harus membantu dia merasa aman dulu. Didengar, tidak sendirian," tambahnya.

Langkah-Langkah Mendukung

Meity menjelaskan beberapa tindakan yang dapat diambil oleh teman, keluarga, atau orang terdekat ketika menghadapi seseorang yang sedang cemas. Pertama, perhatikan apa yang mereka butuhkan. "Biasanya yang paling dekat. Orang butuh apa sih? Makan, istirahat, tidur, informasi, tapi informasi yang benar ya, dan lain-lain," katanya.

Setelah memahami kebutuhan mereka, langkah selanjutnya adalah mendengarkan dan menanyakan keluhan mereka. "Bukan untuk ceramahin. Jadi jangan maksa cerita juga. Udah diam aja mendengarkan," tuturnya. Berikan rasa nyaman dan bantu mereka untuk merasa lebih tenang, serta dorong mereka untuk terhubung dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, "Supaya dia bisa protect dirinya, gitu ya," jelasnya.

Yang tak kalah penting adalah memberikan harapan. Namun, harapan yang disampaikan sebaiknya realistis dan bukan sekadar janji kosong. "Bukan harapan palsu, tapi yang penting realistis," tuturnya.

Artikel Terkait