Jakarta - Banyak orang memiliki kebiasaan untuk segera memeriksa ponsel mereka setelah bangun tidur. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini dapat memicu respons stres yang berdampak pada kesehatan jantung. Dr. Sanjeev VK, seorang konsultan kardiologi di Gleneagles Hospital, Chennai, India, menjelaskan bahwa masalah bukanlah pada ponsel itu sendiri, tetapi pada reaksi tubuh dalam beberapa menit pertama setelah bangun.
Saat seseorang terbangun, tubuh sebenarnya memerlukan waktu untuk beradaptasi secara perlahan. Kadar kortisol, detak jantung, dan tekanan darah meningkat secara alami. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa serangan jantung dan stroke lebih sering terjadi antara pukul 6 hingga 10 pagi.
Stres Pagi dan Kesehatan Jantung
Dr. Sanjeev menekankan, "Masalahnya dimulai ketika kita langsung terpapar stres. Email pekerjaan, berita yang mengganggu, 50 notifikasi, atau bahkan melihat pengingat Zoom atau Google Meet untuk pukul 9 pagi. Itu mendorong sistem saraf langsung ke mode 'lawan atau lari' (fight or flight)." Ia menambahkan bahwa terjadi lonjakan adrenalin yang tiba-tiba, yang menyebabkan detak jantung meningkat dengan cepat, pembuluh darah menyempit, dan tekanan darah bisa melonjak.
Notifikasi yang berkaitan dengan pekerjaan sangat menegangkan karena memberikan rasa urgensi. Tubuh bereaksi seolah-olah ada tenggat waktu yang harus dipenuhi segera setelah bangun tidur. Meskipun satu hari seperti ini tidak menimbulkan masalah, jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, tubuh tidak akan mendapatkan awal hari yang tenang. Seiring waktu, stres kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti hipertensi, kualitas tidur yang buruk, resistensi insulin, dan disfungsi endotel.
Pengaruh Media Sosial dan Tidur Terhadap Kesehatan
Dr. Sanjeev juga mengungkapkan bahwa jika seseorang terus-menerus membuka media sosial hingga larut malam dan kembali membukanya di pagi hari, kualitas tidurnya akan terganggu. Kurang tidur merupakan faktor risiko untuk serangan jantung, aritmia, dan masalah metabolisme. "Kami juga melihat hal ini pada orang dewasa yang lebih muda sekarang. Orang-orang berusia 20-an dan 30-an datang dengan kecemasan, jantung berdebar, dan tekanan darah tinggi. Sering kali, penyebab utamanya adalah kurang tidur dan stres digital yang terus-menerus sejak mereka bangun tidur," ungkap Dr. Sanjeev.
Untuk mengatasi masalah ini, Dr. Sanjeev menyarankan agar ada waktu jeda setelah bangun tidur. Bahkan 15-20 menit tanpa gangguan dapat membuat perbedaan yang signifikan. Ia merekomendasikan untuk meminum air terlebih dahulu setelah bangun tidur, membiarkan tubuh beradaptasi, dan menghindari berita serta pesan terkait pekerjaan. Matikan notifikasi ponsel hingga siap untuk melihatnya.