Jakarta - Penyebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah tidak hanya mengganggu kegiatan sehari-hari, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Partikel abu yang sangat kecil dapat terhirup dan mengiritasi saluran pernapasan, terutama jika terpapar dalam waktu yang lama. Selain mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, penting juga untuk mengonsumsi makanan bergizi guna membantu tubuh menghadapi dampak dari paparan abu vulkanik.
Spesialis gizi klinik, dr Raissa E. Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu tubuh dalam menghadapi stres oksidatif dan inflamasi. Meskipun demikian, tidak ada makanan yang dapat membersihkan abu dari paru-paru.
Makanan Sehat untuk Menghadapi Paparan Abu
"Abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang ketika terhirup dapat mengiritasi saluran napas dan memicu stres oksidatif serta respons inflamasi," ungkap dr Raissa melalui akun Instagram-nya. Dari segi nutrisi, beberapa makanan sehat yang dapat dikonsumsi untuk melindungi diri meliputi buah-buahan dan sayuran.
"Perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang berwarna-warni, seperti jeruk, kiwi, jambu biji, pepaya, tomat, paprika, brokoli, serta sayuran hijau yang kaya akan vitamin C, karotenoid, dan berbagai antioksidan," tambahnya.
Selain itu, dr Raissa juga menyarankan untuk menambahkan makanan yang kaya akan vitamin E, seperti almond, kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat. "Vitamin E merupakan antioksidan yang banyak diteliti kaitannya dengan stres oksidatif," jelasnya.
Pentingnya Hidrasi dan Kebersihan Makanan
Tidak hanya buah-buahan dan sayuran, penting juga untuk mengonsumsi sumber omega-3, seperti ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel. Ikan-ikan ini merupakan sumber EPA dan DHA yang memiliki efek antiinflamasi.
dr Raissa juga mengingatkan agar kebutuhan cairan selalu terpenuhi. Pastikan untuk minum cukup air guna menjaga hidrasi tubuh dan mukosa. "Namun ingat, minum banyak air bukan berarti abu yang sudah masuk akan tercuci," tuturnya.
Hal yang sangat penting adalah memastikan makanan dan air tidak terkontaminasi oleh abu. Cuci buah dan sayur dengan baik serta lindungi makanan dan sumber air dari paparan abu. "Jadi, bukan mencari makanan detoks paru, tetapi fokuslah pada makanan bergizi seimbang yang kaya akan buah, sayur, sumber lemak sehat, dan juga protein, sambil mengurangi paparan abu itu sendiri," tambahnya.
Meski demikian, langkah perlindungan utama yang perlu diambil adalah tetap membatasi aktivitas di luar ruangan. "Jangan lupa juga untuk menggunakan masker yang sesuai saat harus keluar rumah," pungkas dr Raissa.