Karyawan di sektor pabrik chip di Korea Selatan kini menjadi daya tarik utama dalam dunia perjodohan di negara tersebut. Lonjakan gaji dan bonus yang mereka terima disebabkan oleh pertumbuhan pesat dalam industri kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini paling terlihat pada dua perusahaan besar, SK Hynix dan Samsung Electronics, yang merupakan pemasok utama chip memori berkapasitas tinggi untuk Nvidia.
SK Hynix dilaporkan akan memberikan bonus hingga 600 juta won (sekitar Rp 7,87 miliar) kepada karyawannya pada awal tahun depan. Sementara itu, Samsung juga akan membagikan bonus mencapai 416.000 dollar AS (sekitar Rp 7,49 miliar) kepada sebagian karyawan di divisi chip mereka. Sebagai perbandingan, rata-rata penghasilan tahunan pekerja di Korea Selatan hanya sekitar 29.758 dollar AS (Rp 535,6 juta), sehingga bonus yang diterima karyawan chip ini bisa jauh melampaui penghasilan tahunan pekerja biasa.
Perubahan Status Sosial dalam Jasa Perjodohan
Perubahan status sosial ini sangat terasa dalam industri jasa perjodohan, yang di Korea Selatan sering digunakan untuk mencari pasangan hidup secara serius. "Begitu sistem bonus yang luar biasa ini mulai diketahui publik, kami melihat tren di mana anggota perempuan justru lebih dulu mencari karyawan SK Hynix," ungkap CEO agen jodoh Bien Aller.
Lee Sung-mi, konsultan jodoh dari agen Sunoo, juga mencatat fenomena serupa. "Belakangan, jika kami memperkenalkan seseorang yang bekerja di SK Hynix, reaksinya sering kali, 'Wah, ternyata ada juga orang seperti itu di sini?'" tambahnya. Skor penilaian jodoh untuk karyawan SK Hynix dilaporkan naik dari 78 menjadi 82, sementara skor untuk karyawan Samsung meningkat dari 80 menjadi 84. Dokter dan pengacara di Korea Selatan biasanya memiliki skor di atas 90, sedangkan skor tertinggi, 99, hanya diberikan kepada kepala negara.
Reality Show Perjodohan dan Daya Tarik Pendidikan
Fenomena ini bahkan diangkat menjadi acara hiburan. Kanal YouTube asal Korea Selatan, Teo, telah merilis reality show perjodohan yang mempertemukan karyawan dari Samsung dan SK Hynix. Acara ini berfokus pada kehidupan sehari-hari pekerja di sektor chip, dengan tema perjodohan yang lebih mudah diterima oleh penonton. "Konten ini dibuat untuk menyoroti keseharian pekerja kantoran yang sibuk, dengan tema perjodohan yang relatable, agar terasa lebih akrab dan menghibur," jelas juru bicara Teo.
Selain itu, fenomena ini juga berdampak pada dunia pendidikan. Di Seoul National University, jumlah mahasiswa di jurusan teknik elektro dan komputer meningkat tajam, dari hanya 20 persen mahasiswa jurusan umum pada 2023, menjadi 90 persen pada 2026.
Lonjakan ini tidak terlepas dari meningkatnya permintaan chip memori untuk kebutuhan pusat data AI global. Nilai pasar SK Hynix dan Samsung telah menembus lebih dari 1 triliun dollar AS (Rp 18.000 triliun) pada Mei 2026. Produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan juga mengalami kenaikan 1,7 persen pada kuartal pertama 2026, didorong oleh ekspor chip yang terus meningkat. Indeks saham Kospi bahkan tercatat meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir.
Perubahan ini turut mempengaruhi pilihan karier generasi muda di Korea Selatan. Banyak siswa kini lebih memilih untuk bekerja di pabrik semikonduktor dibandingkan mengejar pendidikan di bidang tradisional seperti kedokteran atau hukum. Beberapa SMA bahkan telah membuka kelas khusus untuk mempersiapkan wawancara kerja di pabrik chip.
Jung Sung-chan, seorang siswa berusia 19 tahun, adalah salah satu yang berhasil mendapatkan tawaran kerja dari Samsung sebagai teknisi fasilitas produksi chip. Fenomena ini muncul di tengah tingginya tingkat pengangguran di kalangan pemuda usia 15-29 tahun yang mencapai 6,1 persen pada 2025. Bank sentral Korea Selatan juga mengingatkan tentang potensi "ekonomi berbentuk K", yang menggambarkan kesenjangan tajam antara sektor yang berkembang pesat dan sektor yang tertinggal.
Di sisi lain, Samsung berencana untuk mengotomatisasi sepenuhnya pabrik-pabrik chipnya pada tahun 2030, yang berpotensi mengubah kebutuhan tenaga kerja di industri semikonduktor dalam beberapa tahun ke depan.