Kenaikan harga chip memori di pasar global telah mengubah dinamika persaingan dalam industri smartphone. Para produsen ponsel kini lebih memilih untuk fokus pada penjualan model premium yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi, sementara segmen entry-level dan menengah mengalami penurunan permintaan. Perubahan ini berpengaruh pada pasar chipset smartphone di seluruh dunia, seperti yang diungkap dalam laporan terbaru dari firma riset Counterpoint mengenai pangsa pasar chipset smartphone pada kuartal I-2026.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa MediaTek tetap menjadi penyedia chip terbesar, meskipun pangsa pasarnya turun menjadi 32 persen pada triwulan pertama 2026, dibandingkan dengan 38 persen pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini berkaitan dengan dominasi MediaTek di segmen ponsel entry-level dan menengah, yang kini menghadapi perlambatan permintaan akibat kenaikan harga memori.
Performa Qualcomm dan MediaTek di Pasar Chipset
Menurut para analis, MediaTek kemungkinan tidak akan meluncurkan chipset flagship baru, Dimensity 9500 Plus, tahun ini. Sebagai alternatif, produsen ponsel akan terus mengandalkan Dimensity 9500 yang sudah ada di pasaran. Di segmen menengah, MediaTek masih mendapatkan dukungan dari chipset Dimensity 8450 yang digunakan dalam beberapa model ponsel seperti Oppo Reno 15 Pro, Reno 15 Pro Mini, dan Reno 15 Pro Max.
Di sisi lain, Qualcomm juga mengalami penurunan kinerja pada kuartal I-2026. Salah satu penyebabnya adalah peluncuran seri Galaxy S26 yang lebih lambat dibandingkan generasi sebelumnya. Selain itu, beberapa model Galaxy S26 menggunakan chipset Exynos 2600 dari Samsung, yang mengurangi kontribusi Snapdragon di lini flagship tersebut. Penurunan pangsa pasar Qualcomm juga disebabkan oleh dampak perlambatan penjualan pada chip Snapdragon seri 4 dan seri 6 yang banyak digunakan di ponsel entry-level dan menengah.
Peningkatan Pengiriman Chipset oleh Apple dan Samsung
Berbeda dengan MediaTek dan Qualcomm, perusahaan seperti Apple, Samsung, dan Unisoc justru mencatat peningkatan dalam pengiriman chipset pada kuartal I-2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Chipset iPhone, Apple Bionic, berhasil menguasai 19 persen pangsa pasar pada triwulan awal 2026, meningkat dari 15 persen sebelumnya. Hal ini didorong oleh tingginya permintaan untuk iPhone 17. Selain itu, iPhone 17e yang menggunakan chip Apple A19 juga turut berkontribusi pada peningkatan pangsa pasar Apple karena penjualannya yang lebih baik dibandingkan dengan iPhone 16e.
Samsung juga mencatat peningkatan melalui chip Exynos yang diproduksinya. Pertumbuhan ini didorong oleh semakin banyaknya perangkat Galaxy yang menggunakan chipset buatan mereka sendiri. Selain Exynos 2600 di lini flagship, Samsung juga memanfaatkan Exynos 1680 pada Galaxy A57 dan Exynos 1480 pada Galaxy A37, yang membantu meningkatkan pangsa Exynos di pasar chipset smartphone global.
Vendor chipset asal China, Unisoc, juga mengalami pertumbuhan di awal tahun ini. Chipset T7250 menjadi pilihan populer untuk ponsel 4G, terutama pada beberapa model Redmi, sementara chipset T8300 membantu Unisoc memperbesar pangsa pasarnya di segmen ponsel 5G.
Di sisi lain, pengiriman chipset HiSilicon milik Huawei mengalami sedikit penurunan pada kuartal I-2026. Meskipun demikian, Huawei masih mencatat permintaan yang kuat di segmen premium, berkat popularitas chipset Kirin 9000 yang digunakan pada seri Huawei Mate 80.
Berikut adalah daftar enam vendor chip smartphone terbesar di dunia beserta pangsa pasarnya pada kuartal I-2026 dan kuartal I-2025:
No Vendor - Pangsa pasar kuartal I-2026 - Pangsa pasar kuartal I-2025
1. MediaTek - 32 persen - 38 persen
2. Qualcomm - 23 persen - 27 persen
3. Apple - 19 persen - 15 persen
4. Unisoc - 14 persen - 10 persen
5. Samsung - 7 persen - 5 persen
6. HiSilicon (Huawei) - 4 persen - 4 persen
Lainnya - 1 persen - 1 persen