🔴 Breaking
Teknologi

Penurunan Pengiriman Chip Smartphone Global, MediaTek dan Qualcomm Terdampak Signifikan

Pengiriman chipset untuk smartphone secara global mengalami penurunan sebesar 15 persen pada paruh pertama tahun 2026. MediaTek dan Qualcomm menjadi dua produsen yang paling merasakan dampaknya, semen...

Eko Prasetyo

Penulis

30 July 2026
4 kali dibaca
Penurunan Pengiriman Chip Smartphone Global, MediaTek dan Qualcomm Terdampak Signifikan
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Pengiriman System-on-Chip (SoC) atau chipset untuk perangkat smartphone di seluruh dunia mengalami penurunan sebesar 15 persen pada semester pertama tahun 2026. Dalam laporan terbaru dari Counterpoint Research, MediaTek dan Qualcomm tercatat sebagai dua produsen yang paling tertekan, sementara Apple, Samsung, dan Unisoc justru mengalami peningkatan pengiriman.

Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk lonjakan harga memori. Selain itu, pengelolaan stok yang lebih ketat oleh produsen ponsel dan siklus penggantian perangkat yang semakin panjang juga berkontribusi terhadap penurunan pengiriman SoC selama enam bulan pertama tahun 2026. Counterpoint menyebutkan bahwa MediaTek dan Qualcomm mengalami penurunan pengiriman lebih dari 25 persen dibandingkan tahun lalu.

Pangsa Pasar MediaTek dan Qualcomm Menyusut

Pangsa pasar MediaTek dan Qualcomm pada semester pertama 2026 masing-masing adalah 32 persen dan 22 persen, yang mengalami penurunan dari 37 persen dan 26 persen di periode yang sama pada tahun sebelumnya. Analis Senior Counterpoint Research, Shivani Parashar, menjelaskan bahwa Qualcomm kehilangan pangsa pasar di segmen premium karena seri Samsung Galaxy S26 tidak sepenuhnya menggunakan Snapdragon, melainkan juga mengandalkan Exynos 2600. Penjualan Xiaomi 17 yang lebih rendah juga berpengaruh terhadap pengiriman chip Qualcomm.

"Sementara itu, MediaTek terkena dampak dari krisis memori di segmen chipset entry-level dan 5G kelas bawah, meskipun lini Dimensity 9500 masih menunjukkan kinerja positif berkat penggunaannya di ponsel Vivo, Oppo, Poco, dan Redmi," ungkap Parashar.

Kenaikan Pengiriman oleh Apple, Unisoc, dan Samsung

Counterpoint juga mencatat bahwa Apple, Unisoc, dan Samsung tidak mengalami nasib serupa dengan MediaTek dan Qualcomm. Ketiga produsen ini berhasil meningkatkan pengiriman SoC mereka pada semester pertama 2026, dengan pangsa pasar masing-masing mencapai 19 persen, 13 persen, dan 8 persen. Pada semester pertama 2025, pangsa pasar mereka adalah 15 persen, 11 persen, dan 5 persen.

Apple diuntungkan oleh penjualan kuat dari seri iPhone 17, sementara Samsung mengalami peningkatan karena beberapa model Galaxy S26 kini menggunakan chip Exynos. "Di sisi lain, Unisoc mencatat pertumbuhan karena semakin banyak produsen beralih ke platform 4G-nya untuk menekan biaya produksi. Perusahaan ini juga memperluas adopsi chipset 5G melalui kerja sama dengan Poco dan Redmi," tambah Parashar.

Counterpoint juga melaporkan bahwa pengiriman SoC untuk smartphone berbasis AI (GenAI) tumbuh 24 persen dibandingkan tahun lalu, didorong oleh tingginya permintaan fitur AI di segmen menengah hingga premium.

Proyeksi Counterpoint menunjukkan bahwa pengiriman SoC smartphone global sepanjang tahun 2026 diperkirakan akan turun 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan di segmen entry-level mencapai lebih dari 30 persen. Krisis pasokan memori yang menjadi salah satu penyebab penurunan ini diperkirakan baru akan mereda pada paruh kedua tahun 2027.

Artikel Terkait