Berlangganan →
Update
Teknologi

Digiserve dan DBM Works Perkuat Keamanan Digital Nasional dengan Teknologi Korea

Digiserve, bagian dari Telkom Indonesia, menjalin kerja sama dengan DBM Works untuk meningkatkan keamanan siber di Indonesia dengan teknologi dari Korea Selatan.

Galang Mahesa 30 April 2026 10 pembaca jpnn.com jpnn.com
Digiserve dan DBM Works Perkuat Keamanan Digital Nasional dengan Teknologi Korea
Gandeng DBM Works, Digiserve Hadirkan Teknologi Siber Korea Perkuat Keamanan Digital Nasional

JAKARTA - Digiserve, yang merupakan bagian dari Telkom Indonesia, mengumumkan kolaborasi strategis dengan DBM Works Solusi Indonesia untuk memperkuat layanan keamanan siber nasional. Kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan teknologi keamanan siber canggih dari Korea Selatan guna memenuhi kebutuhan perusahaan di tengah meningkatnya ancaman digital.

Dalam acara bertajuk "Strengthening Digiserve Cyber Security Services With Advanced Korean Technology" yang berlangsung di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Plt Presiden Direktur Digiserve, Buddy Restiady, menyatakan bahwa keamanan siber kini menjadi elemen penting bagi keberlangsungan bisnis dan stabilitas ekosistem digital. Ia menekankan bahwa keamanan siber bukan hanya fungsi teknologi, melainkan fondasi utama dalam menjaga kelangsungan bisnis.

Buddy menjelaskan bahwa penguatan layanan Cyber Security Services merupakan bagian dari peran Digiserve dalam ekosistem Telkom Group, khususnya dalam bisnis managed services yang mencakup pengelolaan layanan jaringan dan keamanan secara menyeluruh. Ia juga menyoroti pemilihan Korea Selatan sebagai mitra teknologi, yang memiliki tingkat kematangan keamanan siber tinggi, berdasarkan Global Cybersecurity Index dari International Telecommunication Union yang menempatkan Korea Selatan pada Tier 1, kategori tertinggi dalam kapabilitas keamanan siber global.

Selain faktor teknologi, kerja sama ini juga mempertimbangkan kemampuan adaptasi dengan ekosistem lokal, transfer pengetahuan bagi talenta digital Indonesia, serta efisiensi biaya yang lebih stabil terhadap fluktuasi nilai tukar. Buddy menambahkan bahwa strategi yang diterapkan berfokus pada tiga pilar utama: teknologi canggih, adaptabilitas, dan skalabilitas, agar solusi yang dihadirkan tidak hanya inovatif tetapi juga relevan dan berkelanjutan bagi pasar Indonesia.

Artikel Terkait