🔴 Breaking
CXMT Menggeser Tencent Sebagai Perusahaan Terbesar di China Setelah IPO --- Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT Kini Dikirim Gratis Menggunakan Kapal --- YouTube Perketat Aturan Monetisasi untuk Kreator Baru Minuman yang Perlu Dibatasi untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Pemulihan Layanan Vital Pasca Gempa NTT oleh Pemerintah dan BUMN Jaringan Internasional Olah Emas Ilegal, Potensi Kerugian Hampir Rp 3 Triliun Per Bulan Mahasiswa KKN UNNES Giat Memperkuat DESTANA di Desa Kutosari Melalui Pemasangan Biopori Diskon Spesial Pertamina untuk HUT RI ke-81: Pertamax dan Lainnya Rp 450 per Liter Pria Ini Tinggalkan Pekerjaan untuk Jadi Kreator Video AI, Pendapatannya Justru Meningkat Bencana Gempa NTT: Kemenkes Mengonfirmasi 46 Korban Jiwa dan 36 Luka Berat CXMT Menggeser Tencent Sebagai Perusahaan Terbesar di China Setelah IPO --- Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT Kini Dikirim Gratis Menggunakan Kapal --- YouTube Perketat Aturan Monetisasi untuk Kreator Baru Minuman yang Perlu Dibatasi untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Pemulihan Layanan Vital Pasca Gempa NTT oleh Pemerintah dan BUMN Jaringan Internasional Olah Emas Ilegal, Potensi Kerugian Hampir Rp 3 Triliun Per Bulan Mahasiswa KKN UNNES Giat Memperkuat DESTANA di Desa Kutosari Melalui Pemasangan Biopori Diskon Spesial Pertamina untuk HUT RI ke-81: Pertamax dan Lainnya Rp 450 per Liter Pria Ini Tinggalkan Pekerjaan untuk Jadi Kreator Video AI, Pendapatannya Justru Meningkat Bencana Gempa NTT: Kemenkes Mengonfirmasi 46 Korban Jiwa dan 36 Luka Berat
Pendidikan

Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor

Pakar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Bagong Suyanto, mengungkapkan kerentanan pekerja di berbagai sektor dalam konteks tantangan ekonomi saat ini.

Sekar Wangi

Penulis

02 May 2026
109 kali dibaca
Espos Plus
Espos Plus

Dalam rangka memperingati Hari Buruh, Prof. Dr. Bagong Suyanto, seorang pakar sosiologi dari Universitas Airlangga (UNAIR), menyoroti kerentanan yang dihadapi pekerja di berbagai sektor. Ia menekankan bahwa situasi ekonomi yang tidak menentu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan pekerja.


Menurut Prof. Bagong, banyak pekerja yang terjebak dalam kondisi kerja yang tidak stabil dan rentan terhadap pemutusan hubungan kerja. Ia menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti perubahan kebijakan ekonomi, fluktuasi pasar, dan ketidakpastian global memperburuk posisi pekerja. "Kondisi ini memaksa banyak pekerja untuk beradaptasi dengan situasi yang terus berubah, yang sering kali tidak menguntungkan bagi mereka," ujarnya.


Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja untuk mengurangi kerentanan tersebut. Prof. Bagong berharap bahwa peringatan Hari Buruh ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak pekerja dan mendorong pemerintah serta pengusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan adil. Ke depan, diharapkan ada langkah konkret untuk memperbaiki kondisi kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia.


Artikel Terkait