Berlangganan →
Update
--- Menggali Fakta di Balik May Day 2026: Suara Buruh, Ruang Dialog, dan Tantangan di Media Sosial --- Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi Kemajuan Galaxy AI di S26 Memudahkan Multitasking Pengguna Kementerian ESDM dan Kejagung Kolaborasi untuk Pengawasan Proyek Pipa Gas 541 Km PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar Apakah Aman Mengonsumsi Kepala Lele yang Sering Dibuang? Rencana Kerusuhan Hari Buruh 2026 di Jakarta Terungkap: Barang Bukti Termasuk Bensin dan Senjata Tajam Mentan Amran Temukan Anomali dalam Program Pembibitan Kelapa, Siap Pecat Pelanggar Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3 --- Menggali Fakta di Balik May Day 2026: Suara Buruh, Ruang Dialog, dan Tantangan di Media Sosial --- Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi Kemajuan Galaxy AI di S26 Memudahkan Multitasking Pengguna Kementerian ESDM dan Kejagung Kolaborasi untuk Pengawasan Proyek Pipa Gas 541 Km PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar Apakah Aman Mengonsumsi Kepala Lele yang Sering Dibuang? Rencana Kerusuhan Hari Buruh 2026 di Jakarta Terungkap: Barang Bukti Termasuk Bensin dan Senjata Tajam Mentan Amran Temukan Anomali dalam Program Pembibitan Kelapa, Siap Pecat Pelanggar Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3
Pendidikan

Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor

Pakar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Bagong Suyanto, mengungkapkan kerentanan pekerja di berbagai sektor dalam konteks tantangan ekonomi saat ini.

Sekar Wangi 02 May 2026 6 pembaca news.espos.id news.espos.id
Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor
Espos Plus

Dalam rangka memperingati Hari Buruh, Prof. Dr. Bagong Suyanto, seorang pakar sosiologi dari Universitas Airlangga (UNAIR), menyoroti kerentanan yang dihadapi pekerja di berbagai sektor. Ia menekankan bahwa situasi ekonomi yang tidak menentu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan pekerja.


Menurut Prof. Bagong, banyak pekerja yang terjebak dalam kondisi kerja yang tidak stabil dan rentan terhadap pemutusan hubungan kerja. Ia menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti perubahan kebijakan ekonomi, fluktuasi pasar, dan ketidakpastian global memperburuk posisi pekerja. "Kondisi ini memaksa banyak pekerja untuk beradaptasi dengan situasi yang terus berubah, yang sering kali tidak menguntungkan bagi mereka," ujarnya.


Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja untuk mengurangi kerentanan tersebut. Prof. Bagong berharap bahwa peringatan Hari Buruh ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak pekerja dan mendorong pemerintah serta pengusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan adil. Ke depan, diharapkan ada langkah konkret untuk memperbaiki kondisi kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia.


Artikel Terkait