Dalam rangka memperingati Hari Buruh, Prof. Dr. Bagong Suyanto, seorang pakar sosiologi dari Universitas Airlangga (UNAIR), menyoroti kerentanan yang dihadapi pekerja di berbagai sektor. Ia menekankan bahwa situasi ekonomi yang tidak menentu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan pekerja.
Menurut Prof. Bagong, banyak pekerja yang terjebak dalam kondisi kerja yang tidak stabil dan rentan terhadap pemutusan hubungan kerja. Ia menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti perubahan kebijakan ekonomi, fluktuasi pasar, dan ketidakpastian global memperburuk posisi pekerja. "Kondisi ini memaksa banyak pekerja untuk beradaptasi dengan situasi yang terus berubah, yang sering kali tidak menguntungkan bagi mereka," ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja untuk mengurangi kerentanan tersebut. Prof. Bagong berharap bahwa peringatan Hari Buruh ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak pekerja dan mendorong pemerintah serta pengusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan adil. Ke depan, diharapkan ada langkah konkret untuk memperbaiki kondisi kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia.