🔴 Breaking
Mengapa Tubuh Lelah Namun Susah Tidur? Temukan Penyebabnya Mahasiswa UIN Saizu Mengukir Prestasi di Nusantara Writing Festival 6 --- Suahasil Nazara Lantik 17 Pejabat Baru Kemenkeu, Tekankan Pentingnya Target APBN 2026 --- Indonesia Tegaskan Penegakan Hukum terhadap KKB di PBB, Perlindungan Warga Sipil Jadi Sorotan Keunggulan Hacker dalam Memanfaatkan AI Menjadi Tantangan bagi Keamanan Siber Kepala BPOM Ingatkan Pentingnya Bukti Ilmiah dalam Tren Probiotik untuk Kesehatan Usus dan Kulit Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Stabil, Inflasi Terkendali dan Sektor Manufaktur Berkembang Pentingnya Memeriksa Kesehatan Ayam di Rumah --- Indonesia Perlu Investasi Rp 8.443 Triliun untuk Capai Target Emisi 2035 --- Bahaya Kecanduan Teh Pelangsing dan Saran Ahli Kesehatan Mengapa Tubuh Lelah Namun Susah Tidur? Temukan Penyebabnya Mahasiswa UIN Saizu Mengukir Prestasi di Nusantara Writing Festival 6 --- Suahasil Nazara Lantik 17 Pejabat Baru Kemenkeu, Tekankan Pentingnya Target APBN 2026 --- Indonesia Tegaskan Penegakan Hukum terhadap KKB di PBB, Perlindungan Warga Sipil Jadi Sorotan Keunggulan Hacker dalam Memanfaatkan AI Menjadi Tantangan bagi Keamanan Siber Kepala BPOM Ingatkan Pentingnya Bukti Ilmiah dalam Tren Probiotik untuk Kesehatan Usus dan Kulit Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Stabil, Inflasi Terkendali dan Sektor Manufaktur Berkembang Pentingnya Memeriksa Kesehatan Ayam di Rumah --- Indonesia Perlu Investasi Rp 8.443 Triliun untuk Capai Target Emisi 2035 --- Bahaya Kecanduan Teh Pelangsing dan Saran Ahli Kesehatan
Pendidikan

Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor

Pakar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Bagong Suyanto, mengungkapkan kerentanan pekerja di berbagai sektor dalam konteks tantangan ekonomi saat ini.

Sekar Wangi

Penulis

02 May 2026
165 kali dibaca
Espos Plus
Espos Plus

Dalam rangka memperingati Hari Buruh, Prof. Dr. Bagong Suyanto, seorang pakar sosiologi dari Universitas Airlangga (UNAIR), menyoroti kerentanan yang dihadapi pekerja di berbagai sektor. Ia menekankan bahwa situasi ekonomi yang tidak menentu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan pekerja.


Menurut Prof. Bagong, banyak pekerja yang terjebak dalam kondisi kerja yang tidak stabil dan rentan terhadap pemutusan hubungan kerja. Ia menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti perubahan kebijakan ekonomi, fluktuasi pasar, dan ketidakpastian global memperburuk posisi pekerja. "Kondisi ini memaksa banyak pekerja untuk beradaptasi dengan situasi yang terus berubah, yang sering kali tidak menguntungkan bagi mereka," ujarnya.


Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja untuk mengurangi kerentanan tersebut. Prof. Bagong berharap bahwa peringatan Hari Buruh ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak pekerja dan mendorong pemerintah serta pengusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan adil. Ke depan, diharapkan ada langkah konkret untuk memperbaiki kondisi kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia.


Artikel Terkait