Berlangganan →
Update
--- Menggali Fakta di Balik May Day 2026: Suara Buruh, Ruang Dialog, dan Tantangan di Media Sosial --- Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi Kemajuan Galaxy AI di S26 Memudahkan Multitasking Pengguna Kementerian ESDM dan Kejagung Kolaborasi untuk Pengawasan Proyek Pipa Gas 541 Km PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar Apakah Aman Mengonsumsi Kepala Lele yang Sering Dibuang? Rencana Kerusuhan Hari Buruh 2026 di Jakarta Terungkap: Barang Bukti Termasuk Bensin dan Senjata Tajam Mentan Amran Temukan Anomali dalam Program Pembibitan Kelapa, Siap Pecat Pelanggar Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3 --- Menggali Fakta di Balik May Day 2026: Suara Buruh, Ruang Dialog, dan Tantangan di Media Sosial --- Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi Kemajuan Galaxy AI di S26 Memudahkan Multitasking Pengguna Kementerian ESDM dan Kejagung Kolaborasi untuk Pengawasan Proyek Pipa Gas 541 Km PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar Apakah Aman Mengonsumsi Kepala Lele yang Sering Dibuang? Rencana Kerusuhan Hari Buruh 2026 di Jakarta Terungkap: Barang Bukti Termasuk Bensin dan Senjata Tajam Mentan Amran Temukan Anomali dalam Program Pembibitan Kelapa, Siap Pecat Pelanggar Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3
Kesehatan

Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi

Masyarakat sering mengira gula darah tinggi hanya disebabkan oleh makanan manis dan kurang bergerak, tetapi begadang juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Penelitian menunjukkan bahwa k...

Chandra Kirana 02 May 2026 5 pembaca health.detik.com health.detik.com
Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi
Gula darah tetap tinggi meski sudah jaga pola makan? Mungkin ini penyebabnya. Foto: iStock

Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa peningkatan gula darah hanya disebabkan oleh konsumsi makanan manis, porsi nasi yang berlebihan, atau kurangnya aktivitas fisik. Namun, ada faktor lain yang sering diabaikan, yaitu kebiasaan begadang. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada tahun 2026 menunjukkan bahwa satu malam begadang dapat mengganggu respons pengaturan gula darah.

Studi tersebut menjelaskan bahwa meskipun tubuh dalam kondisi bugar, kurang tidur semalam dapat mengakibatkan sistem pengaturan gula darah tidak berfungsi dengan baik. Ketika tidur, tubuh seharusnya memasuki fase pemulihan, di mana hormon diatur ulang dan sel-sel memperbaiki diri, sehingga sensitivitas insulin tetap terjaga. Namun, saat begadang, ritme ini terganggu, dan keesokan harinya kadar gula darah setelah makan dapat meningkat dan turun lebih lambat.

Lonjakan gula darah yang terjadi akibat kurang tidur mungkin tidak langsung dirasakan, tetapi tubuh sebenarnya bekerja lebih keras untuk menstabilkan kadar gula darah. Jika kebiasaan begadang terus berlanjut, gangguan kecil ini bisa menumpuk, menyebabkan pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin untuk menurunkan kadar gula. Dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, pradiabetes, hingga diabetes tipe 2. Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur sama pentingnya dengan menjaga pola makan.

Saat membahas gula darah tinggi, pola makan seringkali menjadi fokus utama, seperti konsumsi minuman manis, porsi makan berlebih, dan kebiasaan makan tinggi karbohidrat olahan. Namun, pola tidur yang tidak teratur dan kebiasaan begadang juga dapat mempengaruhi cara tubuh mengatur gula darah. Kurang tidur menyebabkan respons insulin menurun, sehingga gula darah lebih sulit untuk turun setelah makan.

Sering kali, ada anggapan bahwa tidur yang hilang dapat diganti di lain waktu. Namun, tubuh memiliki jam biologis yang mengikuti siklus siang dan malam. Tidur siang panjang setelah begadang tidak selalu dapat menghapus dampak negatif pada metabolisme. Oleh karena itu, individu yang sering begadang atau memiliki pola tidur tidak teratur perlu lebih waspada terhadap kesehatan gula darah mereka, meskipun merasa muda dan sehat.

Artikel Terkait