Berlangganan →
Update
--- Menggali Fakta di Balik May Day 2026: Suara Buruh, Ruang Dialog, dan Tantangan di Media Sosial --- Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi Kemajuan Galaxy AI di S26 Memudahkan Multitasking Pengguna Kementerian ESDM dan Kejagung Kolaborasi untuk Pengawasan Proyek Pipa Gas 541 Km PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar Apakah Aman Mengonsumsi Kepala Lele yang Sering Dibuang? Rencana Kerusuhan Hari Buruh 2026 di Jakarta Terungkap: Barang Bukti Termasuk Bensin dan Senjata Tajam Mentan Amran Temukan Anomali dalam Program Pembibitan Kelapa, Siap Pecat Pelanggar Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3 --- Menggali Fakta di Balik May Day 2026: Suara Buruh, Ruang Dialog, dan Tantangan di Media Sosial --- Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi Kemajuan Galaxy AI di S26 Memudahkan Multitasking Pengguna Kementerian ESDM dan Kejagung Kolaborasi untuk Pengawasan Proyek Pipa Gas 541 Km PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar Apakah Aman Mengonsumsi Kepala Lele yang Sering Dibuang? Rencana Kerusuhan Hari Buruh 2026 di Jakarta Terungkap: Barang Bukti Termasuk Bensin dan Senjata Tajam Mentan Amran Temukan Anomali dalam Program Pembibitan Kelapa, Siap Pecat Pelanggar Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3
Politik

PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan pembebasan tanpa syarat terhadap semua individu yang ditahan secara sewenang-wenang di Myanmar, di tengah gejolak politik yang berkepanjangan.

Eko Prasetyo 02 May 2026 5 pembaca antaranews.com antaranews.com
PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. ANTARA/Anadolu/py/am.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengajukan permohonan untuk pembebasan segera dan tanpa syarat bagi semua individu yang ditahan secara sewenang-wenang di Myanmar. Seruan ini disampaikan setelah pemindahan Penasihat Negara, Daw Aung San Suu Kyi, ke lokasi kediaman yang ditentukan.


Wakil juru bicara Guterres, Farhan Haq, menyatakan bahwa seruan ini merupakan langkah penting menuju terciptanya kondisi yang mendukung proses politik yang kredibel. Guterres juga menekankan bahwa solusi politik yang efektif harus didasarkan pada penghentian kekerasan secara segera dan komitmen untuk dialog yang inklusif.


Lebih lanjut, Guterres menyoroti pentingnya peran mitra regional dan internasional, terutama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dalam mendukung upaya penyelesaian damai di Myanmar. Negara tersebut masih menghadapi ketidakstabilan politik sejak kudeta militer pada tahun 2021, yang mengakibatkan penahanan para pemimpin sipil dan memicu protes serta konflik berkepanjangan di seluruh negeri.


Dengan situasi yang terus berkembang, seruan Guterres diharapkan dapat mendorong tindakan nyata untuk mengakhiri kekerasan dan memfasilitasi dialog yang konstruktif di Myanmar.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait