🔴 Breaking
Penurunan Harga Emas Berlanjut, Investor Tunggu Keputusan The Fed Tyler Mane, Aktor X-Men, Umumkan Mengidap Kanker Payudara Elon Musk Menjadi Triliuner Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 18 Kuadriliun Persetujuan 664 RKAB Pertambangan Hingga Juni 2026 Ciri-Ciri Sakit Dada yang Menandakan Serangan Jantung Menurut Komedian Bolot Hasil Seleksi Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Saizu Tahun Akademik 2026/2027 Diumumkan Kementerian ESDM Tingkatkan Standar Izin Pertambangan, Perusahaan Harus Penuhi Evaluasi Rencana Kerja Waspadai Gejala Mulut Kering dan Gusi Berdarah, Tanda Diabetes yang Perlu Diperhatikan Finalis ONMIPA dari UNAND Menghadapi Tantangan Kompetisi yang Semakin Ketat Tantangan Perajin Tahu dan Tempe: Selain Kedelai, Biaya Produksi Tertekan oleh Harga Minyak dan Plastik Penurunan Harga Emas Berlanjut, Investor Tunggu Keputusan The Fed Tyler Mane, Aktor X-Men, Umumkan Mengidap Kanker Payudara Elon Musk Menjadi Triliuner Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 18 Kuadriliun Persetujuan 664 RKAB Pertambangan Hingga Juni 2026 Ciri-Ciri Sakit Dada yang Menandakan Serangan Jantung Menurut Komedian Bolot Hasil Seleksi Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Saizu Tahun Akademik 2026/2027 Diumumkan Kementerian ESDM Tingkatkan Standar Izin Pertambangan, Perusahaan Harus Penuhi Evaluasi Rencana Kerja Waspadai Gejala Mulut Kering dan Gusi Berdarah, Tanda Diabetes yang Perlu Diperhatikan Finalis ONMIPA dari UNAND Menghadapi Tantangan Kompetisi yang Semakin Ketat Tantangan Perajin Tahu dan Tempe: Selain Kedelai, Biaya Produksi Tertekan oleh Harga Minyak dan Plastik
Politik

PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan pembebasan tanpa syarat terhadap semua individu yang ditahan secara sewenang-wenang di Myanmar, di tengah gejolak politik yang berkepanjangan.

Eko Prasetyo

Penulis

02 May 2026
37 kali dibaca
PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. ANTARA/Anadolu/py/am.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengajukan permohonan untuk pembebasan segera dan tanpa syarat bagi semua individu yang ditahan secara sewenang-wenang di Myanmar. Seruan ini disampaikan setelah pemindahan Penasihat Negara, Daw Aung San Suu Kyi, ke lokasi kediaman yang ditentukan.


Wakil juru bicara Guterres, Farhan Haq, menyatakan bahwa seruan ini merupakan langkah penting menuju terciptanya kondisi yang mendukung proses politik yang kredibel. Guterres juga menekankan bahwa solusi politik yang efektif harus didasarkan pada penghentian kekerasan secara segera dan komitmen untuk dialog yang inklusif.


Lebih lanjut, Guterres menyoroti pentingnya peran mitra regional dan internasional, terutama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dalam mendukung upaya penyelesaian damai di Myanmar. Negara tersebut masih menghadapi ketidakstabilan politik sejak kudeta militer pada tahun 2021, yang mengakibatkan penahanan para pemimpin sipil dan memicu protes serta konflik berkepanjangan di seluruh negeri.


Dengan situasi yang terus berkembang, seruan Guterres diharapkan dapat mendorong tindakan nyata untuk mengakhiri kekerasan dan memfasilitasi dialog yang konstruktif di Myanmar.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait