🔴 Breaking
Kesehatan

--- Dwayne Johnson Mengalami Benjolan di Testis akibat Epididimitis, Apa Itu? ---

--- Aktor Dwayne 'The Rock' Johnson mengalami kejadian mengejutkan ketika menemukan benjolan menyakitkan di testisnya. Setelah pemeriksaan, ia didiagnosis dengan epididimitis, bukan kanker. ---

Bima Sakti

Penulis

15 June 2026
7 kali dibaca
---
Dwayne Johnson Mengalami Benjolan di Testis akibat Epididimitis, Apa Itu?

---
Dwayne Johnson. (Foto: Getty Images/Andreas Rentz)
---TITLEEXCERPT--- Aktor Dwayne 'The Rock' Johnson mengalami kejadian mengejutkan ketika menemukan benjolan menyakitkan di testisnya. Setelah pemeriksaan, ia didiagnosis dengan epididimitis, bukan kanker. ---CONTENT---

Jakarta - Dwayne 'The Rock' Johnson, aktor laga sekaligus mantan pegulat profesional, baru saja mengalami situasi yang menegangkan. Pada suatu malam saat mandi, pria berusia 54 tahun ini mendapati adanya benjolan yang sangat menyakitkan di testis sebelah kirinya. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menduga benjolan tersebut bisa disebabkan oleh infeksi peradangan atau kanker testis. Setelah merasakan kecemasan selama 24 jam di tengah kesibukan promosi film, hasil USG memberikan kabar baik, di mana Johnson dinyatakan negatif kanker dan didiagnosis menderita epididimitis.

"Ngomong-ngomong saya baik-baik saja. Tapi saya tidak tahu itu saat itu, dan benjolan itu benar-benar menyakitkan," ungkap Johnson.

Apa Itu Epididimitis?

Epididimitis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada epididimis, yaitu tabung kecil berliku yang terletak di belakang testis, berfungsi untuk menyimpan dan mengangkut sperma. Meskipun penyakit ini menyerang sekitar 600 ribu pria di Amerika Serikat setiap tahunnya, banyak pria yang masih asing dengan istilah medis ini. Menurut Dr. Jamin Vinod Brahmbhatt, seorang ahli urologi dari Orlando Health, banyak pria yang langsung khawatir tentang kanker testis atau kondisi darurat lainnya ketika merasakan nyeri, pembengkakan, atau benjolan.

Dr. Brahmbhatt, yang juga pernah mengalami kondisi ini, menjelaskan bahwa rasa sakit yang dialami cukup parah sehingga wajar jika pasien merasa panik. "Gejala yang paling umum adalah nyeri, pembengkakan, dan rasa sakit di satu sisi skrotum atau testis. Rasanya seperti ada cacing di sekitar testis Anda," jelasnya mengenai sensasi nyeri yang dialami pasien.

Selain benjolan dan nyeri hebat, beberapa gejala klinis lain yang perlu diwaspadai meliputi: nyeri saat buang air kecil atau frekuensi kencing yang meningkat, keluarnya cairan aneh dari penis atau bercak darah dalam air mani, nyeri yang menjalar ke selangkangan, perut bagian bawah, atau panggul, serta demam tinggi disertai menggigil.

Penyebab dan Penanganan Epididimitis

Penyebab epididimitis dapat dikelompokkan berdasarkan usia dan aktivitas pasien. Menurut data dari Cleveland Clinic, pada pria muda yang aktif secara seksual, penyakit ini sering kali disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore dan klamidia. Sementara itu, pada pria di atas 35 tahun, peradangan lebih sering disebabkan oleh infeksi bakteri non-seksual, seperti E. coli yang berpindah dari saluran kemih ke epididimis. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh penyumbatan uretra, infeksi prostat, cedera di area selangkangan, efek samping obat jantung tertentu, atau penggunaan kateter urine.

Pengobatan epididimitis masih memungkinkan dilakukan. Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang harus dihabiskan. Untuk mempercepat pemulihan di rumah, pasien disarankan untuk beristirahat, mengompres es pada area skrotum, banyak minum air, dan mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun, Dr. Brahmbhatt mengingatkan agar pria tidak menunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika merasakan keanehan pada organ intimnya. Jika tidak ditangani, epididimitis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti nyeri kronis, abses, bahkan kerusakan jaringan yang dapat mengancam kesuburan.

"Saya pikir setiap pria harus mengetahui anatomi normal mereka. Jika Anda tahu apa yang normal, Anda lebih mungkin memperhatikan ketika ada sesuatu yang berubah. Nyeri hebat yang tiba-tiba harus ditangani sebagai keadaan darurat," pungkasnya.

Artikel Terkait