🔴 Breaking
Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura Kenaikan Harga Singkong di Lampung Mencapai Rp3.050 per Kg, Petani Berterima Kasih kepada Pemerintah Elon Musk Investasi Besar di Perusahaan yang Produksi Film Dokumenter Tentang Dirinya Lonjakan Harga Avtur Picu Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Bandara Baru di Australia Resmi Beroperasi, Pertama dalam Lima Dekade Mayapada Hospital Tangerang Lanjutkan Pembangunan Gedung Keempat, Ditargetkan Beroperasi pada 2027 Laporan UNDP 2026: 617 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Multidimensi Peluang Besar Industri Animasi untuk Menyerap Tenaga Kerja di Era AI Festival Nglinting Tembakau Dorong Ekonomi Lokal Temanggung Turnamen Voli Piala Gubernur Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM di Banten Gerindra Menyelidiki Isu Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura
Teknologi

Eset Luncurkan Layanan MDR di Indonesia, Memanfaatkan AI untuk Analisis Ancaman Siber

PT Prosperita Mitra Indonesia memperkenalkan Eset Managed Detection and Response (MDR) di Jakarta, sebuah layanan keamanan siber yang beroperasi 24 jam untuk mendeteksi dan merespons ancaman.

Sekar Wangi

Penulis

03 September 2026
77 kali dibaca
PT Prosperita Mitra Indonesia resmi merilis ESET Managed Detection and Response (MDR) di Indonesia, pada Rabu (2/9/2026) dalam ajang Prosperita Solutions Day 2026.(KOMPAS.com/Marsha Bremanda)
PT Prosperita Mitra Indonesia resmi merilis ESET Managed Detection and Response (MDR) di Indonesia, pada Rabu (2/9/2026) dalam ajang Prosperita Solutions Day 2026.(KOMPAS.com/Marsha Bremanda)

PT Prosperita Mitra Indonesia, sebagai distributor resmi Eset di tanah air, meluncurkan layanan Eset Managed Detection and Response (MDR) pada Rabu, 2 September 2026. Peluncuran ini berlangsung dalam acara Prosperita Solutions Day 2026 yang diadakan di Jakarta. Eset MDR adalah solusi keamanan siber yang menyediakan pemantauan, deteksi, analisis, dan respons terhadap ancaman secara terus-menerus selama 24 jam.

Fungsi Utama Eset MDR

Layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam memantau serta menangani berbagai ancaman keamanan yang terdeteksi, baik dari sistem maupun perangkat keamanan yang mereka gunakan. Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group, menjelaskan bahwa meskipun perusahaan mungkin sudah dilengkapi dengan berbagai perangkat keamanan seperti antivirus dan endpoint detection and response (EDR), perangkat tersebut harus mampu menghasilkan data yang dapat dianalisis untuk memahami kondisi keamanan perusahaan dengan lebih baik.

“ESET MDR yang juga dibantu oleh tools dan tim (manusia) di kantor pusat dipakai untuk menganalisis data, sehingga informasi yang ditampilkan menjadi lebih valid dan tepat,” ungkap Yudhi saat ditemui KompasTekno di akhir acara.

Analisis Data yang Efisien

Yudhi menambahkan bahwa proses analisis data memerlukan waktu yang cukup lama jika hanya dilakukan oleh tim IT perusahaan. Oleh karena itu, kehadiran MDR bertujuan untuk memberikan pemantauan dan analisis yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya mendapatkan peringatan ketika terdeteksi aktivitas mencurigakan, tetapi juga dapat menentukan apakah aktivitas tersebut merupakan ancaman yang perlu ditindaklanjuti.

Eset MDR juga diklaim memiliki kemampuan analisis yang lebih baik dibandingkan versi sebelumnya, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses analisis data keamanan. Yudhi menjelaskan bahwa teknologi ini melakukan pemrosesan awal terhadap data yang masuk, kemudian AI membantu menganalisis dan merangkum informasi tersebut. Namun, hasil analisis dari AI tetap harus diverifikasi oleh petugas manusia untuk memastikan apakah peristiwa tersebut benar-benar merupakan serangan.

“AI itu sebenarnya membantu membuat rangkuman dari data yang ada, tapi bukan kesimpulan akhirnya,” jelas Yudhi. Setelah suatu kejadian dikonfirmasi sebagai serangan, pola informasi tersebut dapat diteruskan ke endpoint untuk memberikan perlindungan terhadap perangkat lain yang mungkin menghadapi pola serupa.

Laporan Keamanan yang Mudah Diakses

Selain untuk mendeteksi dan merespons ancaman, hasil pemantauan dari Eset MDR juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan laporan keamanan. Yudhi menjelaskan bahwa pengguna dapat memilih jenis laporan yang dibutuhkan tanpa harus mengompilasi seluruh data secara manual. Informasi tersebut dapat disederhanakan untuk kebutuhan manajemen, misalnya dengan menampilkan tren serangan dalam bentuk grafik, sehingga kondisi keamanan dapat dipahami tanpa harus membaca semua detail teknis.

“Adanya MDR ini, reporting itu sangat mudah. Tinggal di-klik aja, keluar report-nya. Yang dulu mungkin kita harus compile datanya, ini nggak,” tambah Yudhi.

Kebutuhan akan pemantauan keamanan perusahaan semakin mendesak di tengah meningkatnya aktivitas serangan siber di Indonesia. Laporan dari platform intelijen ancaman siber AwanPintar.id yang dirilis pada 18 Agustus lalu mencatat bahwa selama semester pertama 2026, terjadi sekitar 257.976.333 serangan siber di Indonesia, yang rata-rata setara dengan 16 serangan setiap detik. Serangan tersebut mencakup berbagai aktivitas, mulai dari pemindaian otomatis, percobaan mengeksploitasi kerentanan, hingga penyebaran malware untuk mencari sistem yang rentan.

Artikel Terkait