Anthropic, perusahaan yang mengembangkan chatbot AI bernama Claude, dilaporkan sedang mempercepat proses untuk melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat. Investor yang terlibat dalam persiapan IPO ini menargetkan valuasi sekitar 2 triliun dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp 36 kuadriliun, saat perusahaan ini resmi melantai di bursa saham AS pada bulan Oktober 2026. Jika target ini tercapai, IPO Anthropic akan menjadi yang terbesar dalam sejarah, mengalahkan rekor yang saat ini dipegang oleh SpaceX, yang melantai di bursa pada Juni 2026 dengan valuasi 1,77 triliun dolar AS (sekitar Rp 31,86 kuadriliun).
Proyeksi Valuasi dan Persiapan IPO
Perlu dicatat bahwa angka 2 triliun dolar AS ini merupakan proyeksi dari investor dan bankir, bukan merupakan target resmi dari Anthropic. Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari pihak manajemen Anthropic yang mengonfirmasi target valuasi tersebut, bahkan dalam diskusi internal, seperti yang dilaporkan oleh Financial Times. Pada 1 Juni 2026, Anthropic telah mengajukan pernyataan pendaftaran rahasia (confidential S-1) kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat, menandai dimulainya proses IPO secara resmi.
Perusahaan ini telah bekerja sama dengan Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan JPMorgan sebagai penjamin emisi dalam proses IPO ini. Lonjakan valuasi Anthropic dalam waktu singkat cukup mencolok; perusahaan ini dihargai 183 miliar dolar AS (sekitar Rp 3,29 kuadriliun) pada September 2025, lalu meningkat menjadi sekitar 380 miliar dolar AS (sekitar Rp 6,84 kuadriliun) pada Februari 2026. Pada Mei 2026, Anthropic berhasil menutup putaran pendanaan Seri H senilai 65 miliar dolar AS, yang mengangkat valuasinya menjadi 965 miliar dolar AS (sekitar Rp 17 kuadriliun).
Proyeksi Pendapatan dan Tantangan
Jika valuasi 2 triliun dolar AS benar-benar terwujud pada bulan Oktober, maka nilai perusahaan akan meningkat hampir 11 kali lipat dalam waktu 13 bulan terakhir. Optimisme investor didorong oleh pertumbuhan pendapatan Anthropic, yang tercatat mencapai 47 miliar dolar AS (sekitar Rp 846 triliun) pada Mei 2026. Investor memprediksi pendapatan tersebut akan meningkat menjadi 100 hingga 120 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,8 hingga 2,16 kuadriliun) pada akhir 2026. Proyeksi ini juga berasal dari investor dan bankir, bukan rilis resmi dari Anthropic.
Anthropic diperkirakan akan mengalami lonjakan pendapatan hingga 130 persen tahun ini, yang diharapkan dapat menghasilkan laba operasional pertama bagi perusahaan. Sebagai perbandingan, SpaceX melantai di bursa pada Juni 2026 dengan harga penawaran 135 dolar AS per saham dan berhasil mengumpulkan dana 75 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,35 kuadriliun), serta mencapai kapitalisasi pasar 2,1 triliun dolar AS (sekitar Rp 37,8 kuadriliun) pada hari pertama perdagangan. Namun, valuasi SpaceX mengalami penurunan sekitar 30 persen dalam enam minggu pertama, dan berada di kisaran 1,5 triliun dolar AS (sekitar Rp 27 kuadriliun) pada akhir Juli 2026.
Beberapa analis memperingatkan bahwa perbedaan antara pendapatan aktual 47 miliar dolar AS pada Mei dan target 100-120 miliar dolar AS pada Desember tergolong agresif, dengan lonjakan 2 hingga 2,5 kali lipat dalam tujuh bulan. Kontrak yang dimiliki Anthropic dengan Microsoft, Nvidia, dan Riot Platforms juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan, karena dapat memengaruhi margin keuntungan perusahaan di tengah target pertumbuhan yang tinggi. Saat ini, Anthropic belum mengumumkan kode saham, bursa tempat pencatatan, atau jadwal roadshow untuk IPO ini.