🔴 Breaking
Kesehatan

Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Setelah Makan Bergizi Gratis

Sekitar 500 santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis. Mereka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat...

Sekar Wangi

Penulis

02 September 2026
6 kali dibaca
Kondisi santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam yang diduga keracunan MBG. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Kondisi santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam yang diduga keracunan MBG. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)

Sekitar 500 santri yang berada di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 1 September 2026. Setelah menyantap hidangan yang terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel, para santri mulai merasakan gejala tidak nyaman.

Keluhan kesehatan muncul setelah waktu Maghrib, di mana banyak di antara mereka mengalami pusing, mual, dan lemas. Akibatnya, ratusan santri tersebut segera dievakuasi dan dibawa ke beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sebanyak delapan rumah sakit telah dijadikan rujukan untuk perawatan mereka.

Penghentian Sementara Program Makan Bergizi Gratis

Menanggapi insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah yang bertanggung jawab dalam penyediaan makanan MBG. SPPG Kalitengah diketahui menyuplai sekitar 2.800 porsi makanan setiap harinya. BGN kini sedang melakukan investigasi untuk mengidentifikasi sumber dari dugaan keracunan yang dialami oleh para santri.

Evaluasi dan Pemeriksaan Laboratorium

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menyatakan bahwa keputusan untuk menangguhkan operasional SPPG telah diambil sambil menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan laboratorium. "Sementara ini karena memang sementara disuspen, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara," ungkap Teguh di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu, 2 September 2026.

BGN berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan pemeriksaan laboratorium. SPPG akan tetap ditangguhkan hingga hasil evaluasi dan pemeriksaan laboratorium diumumkan. "Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah di-suspendnya suspend sementara atau suspend permanen," jelasnya.

Artikel Terkait