Jakarta - Gaya hidup yang cenderung malas bergerak atau dikenal dengan istilah sedentary lifestyle, menjadi pilihan bagi sebagian orang yang lebih memilih untuk duduk daripada beraktivitas fisik. Namun, kebiasaan ini berpotensi memicu risiko kanker. Meskipun demikian, kanker dan gaya hidup sedentari tidak memiliki hubungan langsung, karena penyebab kanker bersifat multifaktorial dan tidak bisa disebabkan oleh satu faktor saja.
Dr. Santi Christiani Gultom, seorang spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi hematologi-onkologi dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, menjelaskan bahwa hubungan antara kanker dan gaya hidup malas bergerak berkaitan erat dengan obesitas. "Jadi kaitannya dengan obesitas ujungnya. Karena sudah diakui dari penelitian-penelitian yang sudah dipublikasi bahwa obesitas menjadi salah satu faktor risiko untuk memicu terjadinya kanker," ungkapnya saat konferensi pers di Jakarta Selatan, pada Selasa (1/9/2026).
Obesitas sebagai Faktor Risiko
Dr. Santi melanjutkan, "Jadi gaya hidup yang seperti ini sudah tentu akan membuat orang itu akan bertambah BMI-nya (Body Mass Index), sehingga massa ototnya menjadi kurang." Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang berujung pada obesitas, yang merupakan salah satu faktor pemicu kanker.
Penelitian Terkait
Hubungan antara gaya hidup sedentari dan risiko kanker juga didukung oleh sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2026 dengan judul "Sedentary behaviour and cancer risk: a World Cancer Research Fund International Global Cancer Update Programme (CUP Global) systematic literature review and meta-analysis". Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa perilaku kurang bergerak yang berlangsung lama dapat menjadi penyebab kanker payudara dan kanker usus besar. Selain itu, terdapat bukti sugestif yang terbatas yang mendukung hubungan positif untuk beberapa jenis kanker lainnya, termasuk kanker paru-paru dan kanker ovarium.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk menyadari dampak dari gaya hidup sedentari dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan aktivitas fisik demi kesehatan yang lebih baik.