🔴 Breaking
Teknologi

Perubahan Paradigma di Pasar Smartphone: HP Bekas Mengungguli HP Baru

Tren terbaru menunjukkan bahwa konsumen kini lebih memilih membeli smartphone bekas dibandingkan yang baru. Hal ini terlihat dari peningkatan pengiriman panel layar untuk perangkat rekondisi yang mela...

Raihan Fadhila

Penulis

02 September 2026
9 kali dibaca
Ilustrasi HP iPhone berasal dari negara mana.(Phone Arena)
Ilustrasi HP iPhone berasal dari negara mana.(Phone Arena)

Belakangan ini, pasar smartphone mengalami perubahan yang cukup mengejutkan, di mana semakin banyak orang yang memilih untuk membeli ponsel bekas dibandingkan dengan yang baru. Fenomena ini dapat dilihat dari peningkatan pengiriman panel layar untuk pasar ponsel bekas yang menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Menurut laporan dari Omdia, untuk pertama kalinya, jumlah panel layar yang dikirim untuk perbaikan dan rekondisi ponsel lama melebihi jumlah panel yang dikirim untuk pembuatan ponsel baru. Pada kuartal I tahun 2026, produsen panel mengirimkan sebanyak 298 juta panel layar untuk pasar ponsel rekondisi, sementara pengiriman untuk smartphone baru hanya mencapai 289 juta unit. Selisih ini, meskipun tidak terlalu besar, menandai perubahan penting dalam kebutuhan pasar.

Pertumbuhan Pasar Ponsel Rekondisi

Pertumbuhan pasar ponsel rekondisi sangat pesat, dengan pengiriman panel untuk kategori ini meningkat sebesar 20 persen dibandingkan kuartal I tahun 2025. Angka 298 juta panel yang disebutkan tidak berarti ada 298 juta ponsel bekas yang terjual, karena Omdia memiliki kriteria tertentu untuk kategori pasar rekondisi, termasuk panel yang digunakan untuk mengganti layar yang rusak dan memperbaiki perangkat.

Menariknya, ponsel yang masuk ke dalam kategori rekondisi tidak hanya terbatas pada perangkat dengan harga terjangkau. Panel OLED, misalnya, menyumbang 7 persen dari total pengiriman panel ke pasar rekondisi pada periode yang sama, meningkat dari 2 persen setahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa ponsel premium yang berusia tiga hingga empat tahun kini mendapatkan "kehidupan kedua" melalui pasar rekondisi.

Kenaikan Harga Smartphone Baru

Perkembangan pasar ponsel bekas dan rekondisi terjadi di tengah meningkatnya harga smartphone baru. Salah satu faktor penyebabnya adalah kenaikan harga komponen memori, seperti DRAM dan NAND, yang menyebabkan biaya produksi smartphone juga meningkat. Omdia memperkirakan bahwa kebutuhan panel untuk smartphone baru akan mengalami penurunan sebesar 12 persen sepanjang tahun 2026, dan pengiriman smartphone secara global juga diperkirakan turun 6 persen pada kuartal II tahun 2026.

Dengan harga ponsel yang terus meningkat, konsumen mulai terbiasa dengan harga yang lebih tinggi. Omdia menyebut fenomena ini sebagai "structural repricing", yang berarti bahwa harga ponsel yang telah naik mungkin akan menjadi standar baru, bukan sekadar kenaikan sementara. Jika tren ini berlanjut, ponsel bekas dan rekondisi akan menjadi alternatif utama bagi konsumen yang mencari smartphone dengan harga lebih terjangkau.

Artikel Terkait