🔴 Breaking
Teknologi

Apple Temukan Bukti Baru dalam Kasus Pencurian Rahasia Dagang oleh OpenAI

Apple mengungkapkan adanya bukti baru yang mengejutkan dalam gugatan terhadap OpenAI, terkait pencurian rahasia dagang yang ditemukan di laptop mantan karyawannya.

Fayra Nugroho

Penulis

01 September 2026
6 kali dibaca
Ilustrasi karyawan Apple resign.(Ilustrasi dibuat dengan AI/KOMPAS.com)
Ilustrasi karyawan Apple resign.(Ilustrasi dibuat dengan AI/KOMPAS.com)

Apple baru-baru ini mengajukan "bukti mengejutkan" dalam kasus hukum terkait pencurian rahasia dagang terhadap OpenAI, berdasarkan analisis forensik awal pada laptop mantan karyawannya, Chang Liu. Dokumen ini diajukan pada Senin, 31 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya Apple untuk mempercepat proses pemeriksaan dalam kasus tersebut. Chang Liu adalah salah satu individu yang disebut dalam gugatan, bersama dengan Tang Tan dan beberapa nama lainnya. Liu sebelumnya menjabat sebagai engineer senior di Apple sebelum bergabung dengan OpenAI pada bulan Januari lalu.

Apple menuduh Liu memanfaatkan celah keamanan untuk mengunduh dokumen rahasia setelah ia mengundurkan diri dari perusahaan. Meskipun telah resmi pindah ke OpenAI, Liu diketahui masih menyimpan laptop MacBook milik Apple. Dari perangkat tersebut, tim forensik Apple menemukan sejumlah bukti baru. Analisis forensik menunjukkan bahwa Liu mengunduh skema rangkaian elektronik rahasia milik Apple pada bulan Maret 2026, dua bulan setelah ia keluar dari perusahaan.

Simulasi dan Penghapusan Bukti

Skema rahasia yang diunduh Liu digunakan untuk menjalankan simulasi menggunakan perangkat lunak LTspice. Dalam pesan yang dikirimkan kepada rekan kerjanya, Liu mengklaim bahwa simulasi tersebut dilakukan untuk pengembangan konversi daya. Bukti menunjukkan bahwa skema tersebut tersinkronisasi dari sebuah Mac mini ke MacBook yang kini disita oleh tim forensik Apple. Sinkronisasi ini menjadi bukti kuat keterkaitan Liu dengan dokumen yang diduga dicuri.

Liu juga dilaporkan melatih agen AI untuk mengoperasikan LTspice secara otomatis. Dalam sebuah pesan, ia menyatakan, "Dalam satu jam terakhir, agen (AI) saya belajar cara menjalankan LTspice, melihat hasilnya, dan menyetel parameter kompensasi." Salah satu rekan kerjanya merespons dengan, "Wah! Terus buat apa mereka masih butuh kamu?" Liu diketahui menggunakan sebuah alat di OpenAI yang memiliki nama sama dengan aplikasi teknik internal milik Apple. Saat Apple mulai menyelidiki kasus ini, Liu bahkan meminta rekan kerjanya di OpenAI untuk menghapus bukti-bukti terkait.

Dampak dan Tanggapan OpenAI

Rekan kerja yang dimaksud adalah Yu-Ting Peng, yang diminta Liu untuk ikut menghapus bukti pada bulan Juni 2026. Pesan singkat Liu menunjukkan bahwa ia menyadari masih memiliki akses ke dokumen-dokumen Apple setelah mengundurkan diri. Apple menganggap kasus ini berpotensi berdampak luas, mengingat rahasia dagang yang sudah masuk ke dalam sistem agen AI. Dalam berkas gugatannya, Apple menyatakan, "Informasi rahasia dagang yang sudah dimasukkan ke agen AI berpotensi menciptakan penggunaan yang tak bisa dibatalkan dan terus menyebar."

OpenAI menanggapi gugatan ini dengan pernyataan resmi, menyebutnya "ceroboh, agresif, dan terkesan personal." Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman ini menegaskan bahwa mereka "tidak memiliki, apalagi menginginkan," rahasia dagang milik Apple. OpenAI menekankan bahwa fokus utama mereka adalah mengembangkan produk-produk inovatif, bukan mencuri kekayaan intelektual dari pesaing. Mereka juga meminta pengadilan untuk menolak gugatan Apple, menilai bahwa gugatan tersebut tidak berdasar.

Mengenai akses Liu ke dokumen Apple setelah mengundurkan diri, OpenAI balik menuding Apple gagal dalam mengelola sistem akses karyawan yang telah keluar. OpenAI berpendapat bahwa kesalahan ini seharusnya menjadi tanggung jawab Apple, bukan bukti adanya niat untuk mencuri data. Apple diketahui sedang menyelidiki lebih dari 400 mantan karyawannya yang kini bekerja di OpenAI, yang menjadi salah satu alasan mengapa Apple mendesak agar proses pengungkapan bukti dipercepat.

Gugatan ini pertama kali diajukan oleh Apple pada bulan Juli 2026, diikuti dengan permohonan preliminary injunction pada 4 Agustus 2026. Apple kembali mengajukan permintaan untuk mempercepat proses pengungkapan bukti pada 25 Agustus 2026. Bukti forensik terbaru mengenai MacBook Liu menjadi dokumen tambahan dalam permintaan tersebut. Sidang untuk kasus ini dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026. Melalui gugatan ini, Apple meminta pengadilan untuk segera mengabulkan permohonan pengungkapan bukti dan menerbitkan larangan bagi OpenAI untuk tidak menggunakan rahasia dagang yang diduga telah dicuri.

Kedua perusahaan sebenarnya masih memiliki kemitraan resmi di luar sengketa hukum ini, di mana Siri di perangkat Apple dapat mengakses ChatGPT, dan pengguna iPhone dapat mendaftar langsung ke ChatGPT.

Artikel Terkait