🔴 Breaking
Mengenal Heatstroke: Bahaya yang Mengintai Pelari di Cuaca Panas Rektor UIN Saizu Lantik Lima Pejabat Baru, Soroti Pentingnya Kolaborasi dan Penguatan Usulan Koperasi Desa untuk Penyaluran Gaji Pensiunan ASN, Taspen Menyatakan Sikap Dua Studio Game Besar Umumkan PHK Massal di Akhir Oktober 2026 Peringatan Direktur Utama BPJS Kesehatan Terkait Penipuan di Rumah Sakit, Fokus pada Kasus Diare di Gresik Rektor UIN Saizu Ajak Generasi Muda untuk Berinovasi dan Berkarya dalam Memperingati Sumpah Pemuda Penyesuaian Harga BBM di Pakistan: Bensin Turun, Solar Naik per 28 Oktober Insentif Rp 1 Triliun untuk Daerah Berprestasi Siap Diluncurkan Kementerian Pertanian Selidiki Anomali Harga Ayam di Pasaran Usulan Insentif untuk Kendaraan Hybrid Sedang Dalam Pembahasan Mengenal Heatstroke: Bahaya yang Mengintai Pelari di Cuaca Panas Rektor UIN Saizu Lantik Lima Pejabat Baru, Soroti Pentingnya Kolaborasi dan Penguatan Usulan Koperasi Desa untuk Penyaluran Gaji Pensiunan ASN, Taspen Menyatakan Sikap Dua Studio Game Besar Umumkan PHK Massal di Akhir Oktober 2026 Peringatan Direktur Utama BPJS Kesehatan Terkait Penipuan di Rumah Sakit, Fokus pada Kasus Diare di Gresik Rektor UIN Saizu Ajak Generasi Muda untuk Berinovasi dan Berkarya dalam Memperingati Sumpah Pemuda Penyesuaian Harga BBM di Pakistan: Bensin Turun, Solar Naik per 28 Oktober Insentif Rp 1 Triliun untuk Daerah Berprestasi Siap Diluncurkan Kementerian Pertanian Selidiki Anomali Harga Ayam di Pasaran Usulan Insentif untuk Kendaraan Hybrid Sedang Dalam Pembahasan
Kesehatan

Inovasi BPJS Kesehatan untuk Mempercepat Klaim Rumah Sakit

BPJS Kesehatan memperkenalkan integrasi data melalui Rekam Medis Elektronik (RME) SATUSEHAT untuk mempercepat proses klaim rumah sakit. Dengan sistem ini, diharapkan efisiensi dalam pembiayaan pelayan...

Fayra Nugroho

Penulis

01 September 2026
75 kali dibaca
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan

Jakarta - BPJS Kesehatan mengungkapkan bahwa integrasi data menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) dari SATUSEHAT dapat mempercepat proses klaim yang diajukan oleh rumah sakit. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa saat ini BPJS Kesehatan telah menjalin kontrak dengan sekitar 3.200 rumah sakit dan 23 ribu klinik. Salah satu tantangan dalam pembiayaan adalah pengajuan klaim yang seringkali dikirim dalam format PDF.

"Seringkali klaim dari rumah sakit itu masih disetorkan dalam bentuk PDF. Jadi kita punya alat untuk membaca PDF itu kemudian masuk ke dalam sistem financing platform kita," ungkap Prihati pada Selasa (1/9/2026).

Kolaborasi dengan SATUSEHAT

Dengan penerapan RME, BPJS Kesehatan berencana untuk berkolaborasi dengan SATUSEHAT agar dapat membaca data rekam medis elektronik yang menjadi bagian dari proses klaim pembiayaan pelayanan kesehatan. "BPJS ikut membaca RME elektronik ini sebagai bagian daripada proses klaim pembiayaan kesehatan di lingkungan BPJS Kesehatan," tambahnya.

Menuju Value-Based Medicine

Prihati juga menyoroti bahwa data RME dapat mendukung penerapan clinical pathway, yang mencakup standar pelayanan, kriteria lama perawatan pasien, hingga hasil yang diharapkan. Dengan demikian, data rekam medis dapat dijadikan acuan untuk mengevaluasi apakah pelayanan yang diberikan sudah mencapai hasil yang baik dengan biaya yang efisien.

BPJS Kesehatan berkomitmen untuk mendorong sistem pembiayaan pelayanan kesehatan yang lebih berorientasi pada nilai atau value-based medicine, bukan hanya sekadar mengejar volume pelayanan. Prihati menjelaskan bahwa saat ini sistem pelayanan kesehatan masih cenderung berbasis volume, salah satunya karena belum adanya sistem remunerasi jasa dokter yang berlaku secara nasional.

"Nah oleh karena itu, apabila sudah ada sistem remunerasi yang tepat, maka para dokter tidak akan bekerja mengejar banyak-banyak pasien untuk mendapatkan penghasilan, tetapi sekali lagi sesuai dengan indikasi," jelasnya.

Ia menekankan bahwa rekam medis elektronik yang terorganisir dengan baik akan menjadi salah satu fondasi untuk mendukung perubahan tersebut. "Apabila nanti ini sudah terjadi rekam medik elektronik yang betul-betul terorganisir dengan baik, maka semua data itu bisa mendukung pelayanan yang lebih value-based medicine," tutup Prihati.

Artikel Terkait