Jakarta - Dengan meningkatnya infeksi COVID-19 di Korea Selatan, masyarakat kembali berbondong-bondong membeli masker dan alat tes mandiri. Laporan dari The Straits Times menunjukkan bahwa penjualan produk sanitasi dan obat-obatan di tiga jaringan minimarket terbesar, yaitu 7-Eleven, GS25, dan CU, mengalami lonjakan signifikan sepanjang bulan ini.
Data dari 7-Eleven mengungkapkan bahwa penjualan alat tes mandiri COVID-19 meningkat hingga 62 persen pada periode 1-26 Agustus 2023, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Selain itu, penjualan masker juga mengalami kenaikan sebesar 17 persen, obat flu meningkat 15 persen, dan obat pereda demam naik 14 persen.
Kenaikan Penjualan di Minimarket
Jaringan GS25 juga mencatat peningkatan penjualan alat tes mandiri sebesar 30,3 persen. Kenaikan yang paling mencolok terjadi pada kategori masker untuk anak dan bayi, yang penjualannya melonjak lebih dari empat kali lipat atau meningkat 341 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Protokol Kesehatan di Fasilitas Penitipan Anak
Dengan meningkatnya penularan, pengelola fasilitas penitipan anak mulai memperketat protokol kesehatan. Hwang Ji-mi, seorang pengajar di daycare di kawasan Dongjak-gu, Seoul, menyatakan bahwa mereka telah meminta orang tua untuk membekali anak-anak dengan masker saat beraktivitas. "Sejak pertengahan Agustus, kami meminta orang tua membawakan masker untuk anak-anak setelah penularan penyakit serupa flu yang disertai demam tinggi merebak di antara balita usia 1 hingga 2 tahun," jelasnya.
Tingkat Deteksi COVID-19 yang Meningkat
Langkah pencegahan ini didasarkan pada data dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) yang menunjukkan bahwa tingkat deteksi COVID-19 di Korea Selatan mencapai 9,1 persen pada pertengahan Agustus. Angka ini meningkat hampir 2,8 kali lipat dibandingkan tiga minggu sebelumnya yang berada di kisaran 3,2 persen. KDCA juga melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien COVID-19 yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
Selain di Korea Selatan, lonjakan kasus COVID-19 juga dilaporkan di China. Media lokal mencatat sekitar 522.000 kasus baru COVID-19 pada bulan Juli, dengan 487 kasus bergejala berat dan satu kasus kematian. Pihak ritel memperkirakan bahwa permintaan akan produk kesehatan ini akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan, terutama dengan dimulainya kembali kegiatan sekolah dan pergantian musim.