🔴 Breaking
Teknologi

Permintaan AI Meningkat, AWS Pesan 2 Juta GPU dari Nvidia

Amazon Web Services (AWS) telah memesan dua juta unit Graphics Processing Unit (GPU) dari Nvidia sebagai bagian dari perluasan kemitraan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan komputasi kecerdasan bu...

Sekar Wangi

Penulis

31 August 2026
12 kali dibaca
Amazon Web Services (AWS) resmi menggelar acara tahunannya bertajuk re:Invent 2025 di Las Vegas, Nebada, pada hari ini, Senin (1/12/2025) hingga Kamis (5/12/2025)(KOMPAS.com/GALUH PUTRI RIYANTO)
Amazon Web Services (AWS) resmi menggelar acara tahunannya bertajuk re:Invent 2025 di Las Vegas, Nebada, pada hari ini, Senin (1/12/2025) hingga Kamis (5/12/2025)(KOMPAS.com/GALUH PUTRI RIYANTO)

Amazon Web Services (AWS), yang merupakan divisi bisnis Amazon yang berfokus pada layanan cloud, telah melakukan pemesanan sebanyak dua juta unit Graphics Processing Unit (GPU) dari Nvidia. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan kemitraan jangka panjang antara Amazon dan Nvidia untuk meningkatkan kapasitas komputasi yang diperlukan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Pemesanan ini mencakup berbagai tipe GPU, seperti Nvidia Blackwell Ultra, Rubin, dan Rubin Ultra. Chip-chip ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang intensif dalam pelatihan serta pengoperasian model AI. GPU yang dipesan akan diintegrasikan ke dalam pusat data AWS dan diperkirakan akan mulai digunakan pada tahun 2027 hingga 2028. Sebelumnya, Amazon juga telah berkomitmen untuk menggunakan lebih dari satu juta GPU Nvidia di seluruh infrastruktur AWS sejak awal tahun ini.

Menurut Nvidia, permintaan tambahan GPU tersebut muncul akibat kebutuhan AI dari klien yang "melampaui ekspektasi". Permintaan ini berasal dari berbagai kalangan, termasuk startup, perusahaan besar, laboratorium AI, hingga instansi pemerintah.

Perluasan Kerja Sama dan Infrastruktur

Meski demikian, Nvidia tidak mengungkapkan rincian nilai dari kesepakatan yang diperluas ini. Selain GPU, AWS dan Nvidia juga berencana untuk menghadirkan CPU berbasis Vera ke dalam layanan cloud AWS, yang bertujuan untuk mendukung aplikasi AI yang semakin kompleks. Keduanya juga akan meningkatkan infrastruktur jaringan, termasuk memperluas teknologi NVLink Fusion yang terintegrasi dengan memori berkecepatan tinggi, guna meningkatkan kinerja saat banyak chip beroperasi dalam satu klaster komputasi.

AWS juga berupaya meningkatkan layanan analitiknya dengan memanfaatkan cuDF dari Nvidia. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat pemrosesan hingga 3,7 kali lipat dibandingkan dengan konfigurasi standar. Selain itu, peningkatan ini juga diharapkan dapat memberikan sekitar 30 persen peningkatan dalam hal price-performance dibandingkan sistem yang hanya menggunakan chip standar.

Peningkatan Layanan dan Komitmen kepada Pemerintah

Pada layanan pencarian AWS, kemampuan pencarian vektor juga akan ditingkatkan. Proses pembuatan indeks diperkirakan dapat diselesaikan sembilan kali lebih cepat ketika menggunakan GPU. CEO AWS, Matt Garman, menyatakan, "Pelanggan ingin kebebasan memilih perangkat terbaik bagi AI mereka, serta kepastian semua beroperasi dengan lancar. Karena itu kami menjalin investasi mendalam bersama Nvidia untuk menjadikan AWS tempat terbaik dalam menjalankan AI."

Kerja sama ini juga mencakup alokasi 100.000 chip untuk kebutuhan komputasi pemerintah dan pertahanan yang bersifat sensitif di berbagai daerah di Amerika Serikat. Sementara itu, divisi robotika Amazon bekerja sama dengan Nvidia untuk mengembangkan alat simulasi yang bertujuan mempercepat proses pelatihan robot gudang generasi berikutnya.

Artikel Terkait