🔴 Breaking
Kesehatan

Fenomena Getaran Ponsel yang Tidak Ada Notifikasi: Apa Penyebabnya?

Banyak orang mengalami sensasi getaran ponsel di saku, meskipun tidak ada notifikasi yang muncul. Fenomena ini dikenal sebagai sindrom getaran saku palsu.

Sekar Wangi

Penulis

25 August 2026
6 kali dibaca
Ilustrasi. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Ilustrasi. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Jakarta - Apakah Anda pernah merasakan getaran ponsel di saku celana, namun saat dicek ternyata tidak ada notifikasi? Fenomena ini dikenal sebagai sindrom getaran saku palsu atau phantom pocket vibration syndrome. Sebuah penelitian yang dilakukan di sebuah universitas di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar 89 persen mahasiswa mengalami sensasi ini, rata-rata dua kali dalam sebulan. Dari jumlah tersebut, satu dari sebelas orang merasa terganggu dengan pengalaman ini.

Dr. Larry Rosen, seorang Profesor Emeritus Psikologi di California State University, menjelaskan bahwa fenomena ini mungkin disebabkan oleh kondisi yang disebut 'kecemasan digital'. Hal ini membuat individu merasa terdorong untuk selalu memeriksa ponsel mereka. Akibatnya, mereka bisa salah mengartikan sinyal sederhana dari neuron di sekitar saku sebagai notifikasi, padahal sebenarnya hanya sensasi gatal yang biasa.

Penyebab Sensasi Getaran Ponsel

Menurut Larry, tubuh kita selalu berada dalam keadaan menunggu dan mengantisipasi interaksi dengan teknologi, terutama dari ponsel pintar. "Dengan kecemasan antisipatif tersebut, ketika kita mendapatkan stimulasi neurologis apa pun, misalnya celana yang bergesekan dengan kaki, kita dapat menafsirkannya melalui kecemasan tersebut sebagai, 'Oh, ponsel saya bergetar'," jelasnya.

Jika seseorang percaya bahwa neurotransmiter yang berhubungan dengan kecemasan membuat otak menafsirkan sinyal neurologis acak sebagai kemungkinan notifikasi ponsel, maka penting untuk mulai melatih kembali otak dan mengurangi respons kecemasan ini. Larry menambahkan bahwa respons tersebut tidak baik bagi kesehatan mental karena membuat otak selalu dalam keadaan waspada, sehingga sulit untuk berkonsentrasi atau beristirahat.

Langkah Mengatasi Kecemasan Digital

Agar dapat mengatasi masalah ini, disarankan untuk melakukan aktivitas tanpa teknologi selama 10 menit setiap 90-120 menit. Ini dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan. Selain itu, buatlah jadwal untuk mengakses komunikasi elektronik, misalnya setiap 15 menit, dan matikan ponsel selama periode tersebut.

Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain: berjalan-jalan di luar ruangan, melakukan meditasi mindfulness singkat, berolahraga, mendengarkan musik, bernyanyi, berlatih bahasa asing, membaca buku humor, atau berbicara langsung dengan seseorang melalui telepon.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi kecemasan yang muncul akibat interaksi berlebihan dengan teknologi.

Artikel Terkait