Jakarta - Banyak orang menganggap nyeri pinggang sebagai hal biasa yang disebabkan oleh aktivitas sehari-hari seperti duduk terlalu lama, mengangkat beban berat, atau kelelahan. Namun, bagi sebagian individu, nyeri ini dapat menjadi indikasi adanya saraf kejepit pada bagian tulang belakang L4 dan L5, yang merupakan lokasi umum terjadinya gangguan pada punggung bagian bawah.
Spesialis bedah saraf dr. M. Aulia Rahman Sp.BS-FTB, FINSS dari RS Abdi Waluyo menjelaskan bahwa saraf kejepit berbeda dengan hernia nukleus pulposus (HNP). "Jadi yang sering misleading adalah HNP, saraf kejepit, nah itu hal yang sebab akibat. Tidak semua HNP itu saraf kejepit, dan tidak semua saraf kejepit itu HNP," ungkap dr. Aulia.
Gejala Spesifik Saraf Kejepit
Dr. Aulia menambahkan bahwa gejala saraf kejepit yang terjadi di lokasi L4 dan L5 memiliki ciri-ciri tertentu. "Paling sering itu yang terjadi ada sakit menjalar atau kebas pada paha bagian samping luar. Itu adalah tanda yang paling gampang untuk mengetahui bahwa itu di L4 dan L5," jelasnya.
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa nyeri yang muncul di punggung belakang bisa menjalar. "Jadi nyeri punggungnya itu akibat masalah di tulang belakang dan bantalannya. Nyeri yang ke paha itu adalah saraf kejepitnya," kata dr. Aulia.
Pentingnya Memahami Gejala
Memahami gejala saraf kejepit sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Jika merasakan nyeri yang tidak kunjung reda atau gejala menjalar, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.