Perusahaan perangkat lunak GitLab mengumumkan rencana untuk melakukan restrukturisasi bisnis yang mencakup pengurangan jumlah karyawan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk bertransformasi menjadi pemimpin dalam pengembangan perangkat lunak di era kecerdasan buatan (AI). Meskipun demikian, pihak manajemen GitLab menegaskan bahwa pengurangan karyawan ini tidak semata-mata bertujuan untuk efisiensi biaya.
CEO GitLab, Bill Staples, menjelaskan bahwa proses restrukturisasi yang dilakukan oleh perusahaannya berbeda dari gelombang PHK berbasis AI yang sedang marak di industri teknologi saat ini. "Proses restrukturisasi ini tidak seperti yang mungkin Anda lihat di berita. AI memang mengubah cara kita bekerja dan menjadi bagian dari transformasi, tetapi ini bukan upaya optimasi AI atau pengurangan biaya," ungkap Staples dalam pernyataannya.
Fokus pada Pengembangan AI
Menurut Staples, dana yang dihemat dari pengurangan tenaga kerja akan dialihkan untuk investasi dalam pengembangan bisnis, dengan fokus khusus pada infrastruktur dan teknologi berbasis AI. Dalam rencana transformasinya, GitLab juga menyiapkan beberapa fokus pengembangan, termasuk API khusus untuk agen AI, pembaruan sistem CI/CD, model data berbasis konteks, serta dukungan untuk beban kerja yang melibatkan manusia dan agen AI secara otonom.
Selain itu, GitLab membuka opsi PHK "sukarela" dan melakukan perampingan struktur organisasi. Perusahaan menilai bahwa struktur manajemen yang ada saat ini terlalu kompleks, dengan delapan lapisan organisasi yang memperlambat pengambilan keputusan. "Kami merampingkan organisasi karena lapisan manajemen yang terlalu dalam memperlambat kami," tambah Staples.
Pengurangan Operasional Global
GitLab juga berencana untuk mengurangi operasional globalnya dengan memangkas jumlah negara tempat perusahaan memiliki tim kecil hingga 30 persen. Saat ini, GitLab beroperasi di sekitar 60 negara. Manajemen meminta para manajer untuk berdiskusi langsung dengan karyawan mengenai peran mereka ke depan, termasuk kemungkinan untuk tetap bertahan atau keluar dari perusahaan. Namun, hingga saat ini, belum ada kriteria resmi mengenai karyawan yang akan terdampak oleh kebijakan tersebut.
Jumlah pasti karyawan yang akan terkena PHK juga belum diumumkan. GitLab menyatakan bahwa detail lebih lanjut akan disampaikan dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang dijadwalkan pada 2 Juni mendatang. Berdasarkan data dari perusahaan analitik Unify, GitLab diperkirakan memiliki sekitar 1.800 karyawan, sebagian besar di luar Amerika Serikat. Restrukturisasi ini dilakukan di tengah tantangan bisnis yang dihadapi GitLab, termasuk perlambatan pertumbuhan pelanggan akibat kenaikan harga layanan premium hingga 50 persen beberapa tahun lalu.
Kondisi ini semakin diperburuk oleh meningkatnya penggunaan alat pengembangan berbasis AI dan stagnasi anggaran SaaS. Ke depan, GitLab akan semakin mengandalkan platform Duo Agent Platform (DAP) untuk mendukung integrasi AI dalam proses pengembangan perangkat lunak.