🔴 Breaking
Teknologi

Gojek dan Grab Hentikan Program Langganan Hemat untuk Mitra Pengemudi

Dua aplikasi transportasi online, Gojek dan Grab, secara bersamaan memutuskan untuk menghentikan program langganan "Hemat" bagi mitra pengemudi mereka. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap a...

Galang Mahesa

Penulis

20 May 2026
7 kali dibaca
Gojek dan Grab Hentikan Program Langganan Hemat untuk Mitra Pengemudi
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Dua platform transportasi daring di Indonesia, Gojek dan Grab, telah mengumumkan penghentian program langganan akses layanan "Hemat" bagi mitra pengemudi ojek online mereka. Pengumuman ini disampaikan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Langkah ini merupakan respons dari kedua perusahaan untuk mematuhi arahan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi di lapangan.

Penghapusan Skema Langganan Gojek

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi mengakhiri skema langganan GoRide Hemat. Program ini sebelumnya merupakan sistem berbayar yang mengharuskan mitra driver untuk berlangganan agar mendapatkan akses pada struktur tarif yang berbeda dari pesanan reguler. Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menjelaskan bahwa skema ini telah diuji coba secara terbatas sejak November 2025 dan diperluas ke seluruh Indonesia pada Februari 2026. "Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi," ungkap Hans dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta.

Dengan dihapuskannya skema langganan ini, persentase bagi hasil layanan GoRide Hemat akan disamakan dengan GoRide Reguler. Gojek akan menerapkan potongan atau komisi aplikasi sebesar 8 persen per perjalanan, yang merupakan penurunan signifikan dari angka sebelumnya yang mencapai 20 persen. Menurut Hans, penurunan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dan pemerintah.

Grab Juga Menghentikan Program Hemat

Langkah serupa diambil oleh Grab Indonesia, yang secara resmi menutup Program Langganan Akses Hemat untuk mitra GrabBike. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan bahwa penutupan program ini merupakan bagian dari penyesuaian perusahaan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem layanan antara pengemudi dan konsumen. "Kami menilai diperlukan penyesuaian yang lebih baik lagi. Penutupan program langganan ini juga dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak," ujar Neneng melalui keterangan resmi perusahaan.

Grab berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan mitranya melalui berbagai program dukungan, termasuk pemberian Bonus Hari Raya, tanggungan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi mitra berprestasi, serta asuransi kecelakaan tambahan. Selain itu, Grab juga menyediakan beasiswa pendidikan untuk anak driver lewat GrabScholar dan program Umrah untuk mitra inspiratif.

Walaupun program langganan untuk driver telah dihentikan, baik Grab maupun Gojek memastikan bahwa layanan perjalanan termurah mereka, yaitu GrabBike Hemat dan GoRide Hemat, tetap tersedia bagi konsumen. Gojek akan melakukan penyesuaian tarif GoRide Hemat di tingkat konsumen, namun Hans memastikan bahwa penyesuaian harga tersebut dilakukan secara terbatas untuk menjaga keterjangkauan. Sementara itu, Grab juga menegaskan bahwa penyesuaian biaya untuk GrabBike Hemat akan tetap mengedepankan keterjangkauan masyarakat dan tidak akan ada kenaikan harga untuk layanan reguler GrabBike saat ini.

Kedua perusahaan menantikan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang akan mengatur ekosistem ini secara lebih komprehensif. Gojek dan Grab berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar implementasi peraturan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Artikel Terkait