🔴 Breaking
Kesehatan

--- Hubungan Antara Golongan Darah dan Umur Panjang: Tipe Apa yang Paling Awet? ---

--- Penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara golongan darah dan harapan hidup, dengan golongan darah O tercatat memiliki usia rata-rata tertinggi. ---

Arjuna Mahendra

Penulis

15 June 2026
7 kali dibaca
---
Hubungan Antara Golongan Darah dan Umur Panjang: Tipe Apa yang Paling Awet?

---
Foto ilustrasi: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
---TITLEEXCERPT--- Penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara golongan darah dan harapan hidup, dengan golongan darah O tercatat memiliki usia rata-rata tertinggi. ---CONTENT---

Jakarta - Golongan darah sering kali diasosiasikan dengan karakter atau kepribadian seseorang. Namun, dalam bidang medis, ternyata ada indikasi bahwa rahasia umur panjang seseorang mungkin terletak pada golongan darahnya. Beberapa penelitian kesehatan mengungkapkan hubungan yang mengejutkan antara jenis golongan darah dan rata-rata usia harapan hidup, termasuk ketahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Berdasarkan buku 'The Answer is in Your Bloodtype' yang ditulis oleh Steven M Weissberg dan Joseph Christiano, analisis terhadap data berbagai golongan darah menunjukkan perbedaan signifikan dalam rentang hidup, bahkan mencapai selisih hingga 25 tahun.

Temuan Penelitian Mengenai Harapan Hidup Berdasarkan Golongan Darah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan darah O memiliki rata-rata umur mencapai 87 tahun, diikuti oleh golongan darah B dengan rata-rata 77 tahun, dan golongan darah AB yang rata-rata hidup hingga 70 tahun. Sementara itu, golongan darah A berada di urutan terakhir dengan rata-rata usia hidup hanya 62 tahun. Penjelasan ilmiah mengenai hal ini sering kali berkaitan dengan tingkat kekentalan darah yang lebih tinggi serta kecenderungan individu dengan golongan darah A untuk lebih rentan terhadap kecemasan.

Ketahanan Golongan Darah O terhadap Virus

Keunggulan pemilik golongan darah O juga tercermin dalam laporan ilmiah berskala internasional. Salah satunya, sebuah studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine (NEJM) pada Juni 2020, yang menganalisis populasi di Italia dan Spanyol. Penelitian tersebut menemukan bahwa individu dengan golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi COVID-19, sedangkan mereka yang bergolongan darah O menunjukkan perlindungan yang lebih kuat.

Selain itu, riset di Denmark yang dipublikasikan dalam jurnal Blood Advances melibatkan 473.000 orang dan mencatat bahwa tingkat infeksi pada pemilik golongan darah O hanya sebesar 38,4 persen, jauh lebih rendah dibandingkan golongan darah A yang mencapai 44,4 persen. Bahkan, dalam kasus infeksi parah, data dari Kanada menunjukkan bahwa pasien dengan golongan darah A dan AB lebih rentan memerlukan alat bantu napas (ventilator) dibandingkan dengan pasien golongan darah O. Rata-rata masa rawat inap untuk pasien golongan darah O juga lebih singkat, yaitu hanya 9 hari, sedangkan pasien golongan darah A harus dirawat hingga 13,5 hari.

Sel darah tipe O tidak memiliki antigen di permukaannya, tetapi kaya akan antibodi 'Anti-A' dan 'Anti-B' dalam serum. Antibodi ini dapat menetralisir virus dengan lebih cepat saat menyerang tubuh. Selain itu, orang dengan golongan darah O memiliki risiko penggumpalan darah yang lebih rendah, berkat mekanisme pembekuan darah yang lebih seimbang, sehingga meringankan beban kerja sistem peredaran darah.

Di sisi lain, individu dengan golongan darah A berisiko memiliki umur yang lebih pendek, disebabkan oleh kekentalan darah yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Artikel Terkait