Jakarta - Sebuah kasus hukum yang melibatkan isu etika medis menjadi viral dan memicu perdebatan di Amerika Serikat. McKenna West, seorang perawat dari Alaska yang berperan sebagai ibu pengganti, menolak permintaan orang tua biologis untuk menggugurkan kandungannya setelah janin yang ia bawa didiagnosis dengan Hypoplastic Left Heart Syndrome (HLHS), sebuah kelainan jantung bawaan yang parah namun masih dapat diobati melalui operasi.
Orang tua biologis bayi tersebut, Nausheen Gilkar dan Omar Ahmed dari California, meminta West untuk melakukan aborsi. Namun, West menolak permintaan itu dan memilih untuk melarikan diri ke Texas demi melahirkan serta menyelamatkan nyawa bayi yang ia beri nama Gabriel.
Intervensi Jaksa Agung Texas dan Keputusan Pengadilan
Keputusan West untuk pergi ke Texas menarik perhatian publik dan memicu intervensi dari Jaksa Agung Texas, Ken Paxton. Paxton mengajukan petisi ke pengadilan agar bayi tersebut mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan segera setelah lahir. Pengadilan Texas mengabulkan permohonan tersebut dan mengeluarkan perintah hukum yang melarang siapa pun untuk menunda perawatan medis atau membawa bayi keluar dari Texas.
Menurut standar medis, bayi dengan HLHS memerlukan operasi jantung segera setelah lahir untuk dapat bertahan hidup. Tanpa operasi, bayi tersebut tidak akan mampu bertahan melewati minggu pertama kehidupannya. Namun, jika operasi berhasil, tingkat kelangsungan hidup bayi bisa mencapai 75 persen hingga usia 5 tahun dan 90 persen hingga usia 18 tahun.
Bayi Kembali ke Pelukan Orang Tua Biologis
Setelah melahirkan di sebuah rumah sakit di Dallas County, Texas, situasi hukum dalam kasus ini mengalami perubahan yang signifikan. Tim hukum mengonfirmasi bahwa bayi yang baru berusia dua hari itu kini telah diserahkan kembali kepada orang tua biologisnya, Gilkar dan Ahmed. Meskipun West menuduh pasangan tersebut mendesak untuk melakukan aborsi, pasangan itu membantah telah meminta untuk menggugurkan kandungan.
West mengungkapkan rasa ketakutannya, karena sebagai ibu pengganti, ia merasa terbatas dalam mengambil keputusan medis untuk bayi tersebut. "Sangat menakutkan untuk berpikir bahwa saya, sebagai orang yang melahirkan, mungkin menjadi pihak yang tidak dapat membuat keputusan tentang pengobatannya," kata McKenna West. Saat ini, bayi Gabriel sedang menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan dokter spesialis jantung di Texas, dengan dukungan penuh dari orang tua biologisnya.