Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa manusia adalah target utama bagi nyamuk. Namun, penelitian menunjukkan bahwa nyamuk memiliki preferensi dalam memilih darah yang akan dihisap. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa orang lebih sering digigit nyamuk dibandingkan yang lainnya.
Kecenderungan Nyamuk terhadap Golongan Darah Tertentu
Para ilmuwan berpendapat bahwa nyamuk dapat mendeteksi berbagai antigen yang terdapat pada permukaan sel darah merah, yang bergantung pada golongan darah individu. Antigen tersebut dapat dikeluarkan oleh sebagian orang melalui cairan tubuh seperti air liur dan air mata. Orang dengan golongan darah O diketahui mensekresikan antigen H, yang merupakan prekursor untuk antigen A dan B.
Penelitian yang dikutip dari Healthline menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O adalah yang paling sering menjadi sasaran gigitan nyamuk. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1974 dengan melibatkan 102 peserta menemukan bahwa nyamuk lebih memilih untuk menghisap darah dari orang-orang yang memiliki golongan darah O. Penelitian lanjutan pada tahun 2019 menggunakan alat pemakan yang berisi darah dari berbagai golongan darah juga mengonfirmasi bahwa nyamuk lebih tertarik pada golongan darah O dibandingkan yang lain.
Faktor Lain yang Menarik Perhatian Nyamuk
Selain golongan darah, terdapat beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi ketertarikan nyamuk terhadap manusia. Salah satunya adalah karbon dioksida yang dikeluarkan saat bernapas. Karbon dioksida ini dapat menjadi sinyal bagi nyamuk untuk mendekati sumbernya. Menurut profesor entomologi Jonathan F. Day, “Jumlah CO2 yang Anda hasilkan, seperti orang dengan tingkat metabolisme tinggi, faktor genetik, dan faktor lainnya, meningkatkan jumlah karbon dioksida yang Anda lepaskan.”
Studi tahun 2004 menunjukkan bahwa wanita hamil lebih banyak menjadi target nyamuk dibandingkan wanita tidak hamil, kemungkinan karena mereka mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida dan memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi. Selain itu, nyamuk juga tertarik pada aroma tubuh yang disebabkan oleh amonia dan asam laktat. Menurut Day, “Asam laktat, yaitu zat kimia yang menyebabkan otot kram, juga berpotensi membuat seseorang jadi sasaran nyamuk.”
Penggunaan produk perawatan tubuh yang beraroma, terutama yang mengandung asam laktat, juga dapat menarik perhatian nyamuk. “Nyamuk tertarik pada bau badan kita, tetapi mereka juga tertarik pada hal-hal yang kita gunakan untuk menutupi bau tersebut, seperti parfum atau deodoran,” kata spesialis pengobatan darurat Christopher Bazolli, MD.
Warna pakaian juga berperan dalam menarik perhatian nyamuk. Day menyatakan bahwa orang yang mengenakan pakaian gelap lebih mungkin diserang nyamuk. Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2022 menemukan bahwa nyamuk juga tertarik pada warna oranye, merah, dan cyan.
Strategi Pencegahan Gigitan Nyamuk
Untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk, disarankan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan seperti program 3M Plus, yang meliputi: Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat-tempat yang bisa menampung air, dan Memanfaatkan kembali limbah barang bekas. Upaya tambahan dapat dilakukan dengan memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat anti nyamuk, serta memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
Dengan memahami faktor-faktor yang menarik perhatian nyamuk, diharapkan kita dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.