🔴 Breaking
Menyambut Mahasiswa Baru dengan Jingle Resmi PBAK-U 2026 UIN Saizu Purwokerto Panduan Memeriksa Desil Menggunakan NIK KTP Secara Online Menyesal Ikut Jatuhkan Soeharto, Ekonom Ferry Latuhihin Soroti Perjalanan Indonesia Pasca-Reformasi Tren Matcha Ube Latte: Sehat atau Tidak? Simak Penjelasan dari Dokter Gizi Ketatnya Persaingan Suku Bunga Bank, OJK Mengeluarkan Peringatan Keras Kemeriahan di Istana Merdeka Usai Paskibraka Kibarkan Bendera Merah Putih Fakta Menarik: Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang dengan Golongan Darah Tertentu PBAK UIN Saizu: Jembatan Menuju Akademik, Spiritual, dan Budaya bagi Generasi Z Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dimulai Besok, Persiapkan Dokumen dan Ikuti Prosesnya OpenAI Diprediksi Raih Pendapatan Rp 713 Triliun di 2026, Sumber Utama dari Bisnis Enterprise Menyambut Mahasiswa Baru dengan Jingle Resmi PBAK-U 2026 UIN Saizu Purwokerto Panduan Memeriksa Desil Menggunakan NIK KTP Secara Online Menyesal Ikut Jatuhkan Soeharto, Ekonom Ferry Latuhihin Soroti Perjalanan Indonesia Pasca-Reformasi Tren Matcha Ube Latte: Sehat atau Tidak? Simak Penjelasan dari Dokter Gizi Ketatnya Persaingan Suku Bunga Bank, OJK Mengeluarkan Peringatan Keras Kemeriahan di Istana Merdeka Usai Paskibraka Kibarkan Bendera Merah Putih Fakta Menarik: Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang dengan Golongan Darah Tertentu PBAK UIN Saizu: Jembatan Menuju Akademik, Spiritual, dan Budaya bagi Generasi Z Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dimulai Besok, Persiapkan Dokumen dan Ikuti Prosesnya OpenAI Diprediksi Raih Pendapatan Rp 713 Triliun di 2026, Sumber Utama dari Bisnis Enterprise
Teknologi

OpenAI Diprediksi Raih Pendapatan Rp 713 Triliun di 2026, Sumber Utama dari Bisnis Enterprise

OpenAI diperkirakan akan mencapai pendapatan tahunan sebesar 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp 713 triliun pada akhir 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari pelanggan bisnis.

Sabina Almira

Penulis

17 August 2026
13 kali dibaca
Ilustrasi logo OpenAI dan ChatGPT.(Reuters)
Ilustrasi logo OpenAI dan ChatGPT.(Reuters)

Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI diprediksi akan memperoleh pendapatan tahunan mencapai 40 miliar dolar AS, setara dengan sekitar Rp 713 triliun, pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada Annualised Run Rate OpenAI, yang menghitung pendapatan tahunan berdasarkan laju pendapatan yang ada saat ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan OpenAI pada Juli 2026 tercatat naik 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan jumlah pelanggan dari sektor bisnis mengalami kenaikan sebesar 32 persen. Sarah Friar, Chief Financial Officer OpenAI, dalam pertemuan dengan pemegang saham pada Jumat (14/8/2026), menyatakan bahwa pelanggan dari sektor enterprise memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan konsumen biasa, termasuk pengguna yang membayar langganan ChatGPT.

Pendapatan dari Pelanggan Enterprise Meningkat Pesat

Dalam pertemuan tersebut, Friar mengungkapkan bahwa pendapatan dari pelanggan enterprise kini telah melampaui pendapatan dari sektor konsumen. Ia menjelaskan, "Kami mengawali tahun dengan perbandingan 60-40, tetapi bisnis dari lini enterprise tumbuh jauh lebih cepat dari yang diperkirakan." Sebelumnya, Friar memperkirakan bahwa pendapatan dari kedua segmen tersebut akan mencapai titik yang sama pada akhir 2026, namun pertumbuhan yang lebih cepat menjadikan enterprise sebagai sumber pendapatan utama OpenAI.

Friar juga menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pendapatan dari sektor enterprise adalah perubahan perilaku pelanggan. Dulu, banyak perusahaan membiarkan karyawan mereka menggunakan AI tanpa batasan, namun kini mereka mulai lebih memperhatikan biaya yang dikeluarkan dibandingkan hasil yang diperoleh. Ia menyebutkan bahwa perubahan ini terlihat dari peralihan dari "tokenmaxxing" menuju fokus pada biaya per unit kecerdasan.

Inovasi dan Diversifikasi Sumber Pendapatan

Untuk menghadapi perubahan tersebut, OpenAI telah mengambil langkah-langkah seperti memangkas harga untuk beberapa model AI mereka. Selain itu, perusahaan juga meluncurkan model AI baru yang diklaim 54 persen lebih efisien dalam tugas agentic coding.

Di samping mengandalkan pelanggan dari sektor enterprise, OpenAI juga mulai mendapatkan pendapatan dari iklan yang ditayangkan di ChatGPT. Bisnis iklan ini kini mendekati annualised run rate sebesar 1 miliar dolar AS, yang dicapai sekitar enam bulan setelah OpenAI mulai menguji iklan di platform tersebut pada Februari 2026. Dengan demikian, OpenAI tidak hanya bergantung pada pengguna yang membayar langganan, tetapi juga memanfaatkan iklan sebagai sumber pendapatan tambahan.

Artikel Terkait