🔴 Breaking
Menyambut Mahasiswa Baru dengan Jingle Resmi PBAK-U 2026 UIN Saizu Purwokerto Panduan Memeriksa Desil Menggunakan NIK KTP Secara Online Menyesal Ikut Jatuhkan Soeharto, Ekonom Ferry Latuhihin Soroti Perjalanan Indonesia Pasca-Reformasi Tren Matcha Ube Latte: Sehat atau Tidak? Simak Penjelasan dari Dokter Gizi Ketatnya Persaingan Suku Bunga Bank, OJK Mengeluarkan Peringatan Keras Kemeriahan di Istana Merdeka Usai Paskibraka Kibarkan Bendera Merah Putih Fakta Menarik: Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang dengan Golongan Darah Tertentu PBAK UIN Saizu: Jembatan Menuju Akademik, Spiritual, dan Budaya bagi Generasi Z Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dimulai Besok, Persiapkan Dokumen dan Ikuti Prosesnya OpenAI Diprediksi Raih Pendapatan Rp 713 Triliun di 2026, Sumber Utama dari Bisnis Enterprise Menyambut Mahasiswa Baru dengan Jingle Resmi PBAK-U 2026 UIN Saizu Purwokerto Panduan Memeriksa Desil Menggunakan NIK KTP Secara Online Menyesal Ikut Jatuhkan Soeharto, Ekonom Ferry Latuhihin Soroti Perjalanan Indonesia Pasca-Reformasi Tren Matcha Ube Latte: Sehat atau Tidak? Simak Penjelasan dari Dokter Gizi Ketatnya Persaingan Suku Bunga Bank, OJK Mengeluarkan Peringatan Keras Kemeriahan di Istana Merdeka Usai Paskibraka Kibarkan Bendera Merah Putih Fakta Menarik: Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang dengan Golongan Darah Tertentu PBAK UIN Saizu: Jembatan Menuju Akademik, Spiritual, dan Budaya bagi Generasi Z Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dimulai Besok, Persiapkan Dokumen dan Ikuti Prosesnya OpenAI Diprediksi Raih Pendapatan Rp 713 Triliun di 2026, Sumber Utama dari Bisnis Enterprise
Kesehatan

Tren Matcha Ube Latte: Sehat atau Tidak? Simak Penjelasan dari Dokter Gizi

Kombinasi matcha dan ube kini menjadi tren populer di media sosial, namun apakah minuman ini benar-benar sehat? Seorang dokter spesialis gizi memberikan penjelasan mengenai fenomena ini.

Bima Sakti

Penulis

17 August 2026
8 kali dibaca
Foto: Canva AI
Foto: Canva AI

Jakarta - Kombinasi antara matcha dan ube, yang merupakan umbi ungu, telah menjadi tren yang banyak dibicarakan di media sosial, terutama dalam bentuk minuman dan dessert. Perpaduan warna hijau dan ungu yang menarik perhatian menjadikan olahan seperti matcha ube latte dan es krim ube sangat diminati. Banyak orang beranggapan bahwa karena menggunakan bahan alami dari umbi-umbian, minuman ini adalah pilihan yang sehat. Namun, bagaimana pandangan dokter spesialis gizi mengenai hal ini?

Pentingnya Memahami Label "Bahan Alami"

Dokter spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze SpGK, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh label "bahan alami" yang sering tertera pada produk olahan ube. Ia menjelaskan, "Jadi jangan karena ada kata 'ube' terus dianggap produknya otomatis sehat. Ube dalam bentuk umbi pasti beda dengan dessert rasa ube." Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua produk yang mengandung ube memiliki manfaat kesehatan yang sama.

Konsumsi yang Bijak dan Seimbang

Walaupun dr Yaze menyatakan bahwa tidak ada larangan bagi orang sehat untuk menikmati kuliner ini, ia menekankan pentingnya tidak mengonsumsinya secara berlebihan atau menjadikannya sebagai pengganti makanan utama. Secara nutrisi, ube utuh kaya akan serat dan antioksidan, namun saat diolah menjadi dessert dengan tambahan pemanis buatan dan produk susu tinggi lemak, manfaat tersebut bisa hilang. "Nah kalau diolah jadi ice cream atau latte atau jenis dessert lain, sebenarnya ube-nya sendiri tidak masalah. Kalau sudah ditambahkan banyak gula, susu kental manis, krimer, atau lemak pasti kalorinya jadi lebih tinggi, nilai gizinya juga jadi beda," ungkap dr Yaze.

Dengan demikian, penting bagi konsumen untuk memahami bahwa meskipun matcha ube latte terlihat menarik dan terbuat dari bahan alami, cara pengolahan dan tambahan bahan lainnya dapat mempengaruhi nilai gizinya.

Artikel Terkait