🔴 Breaking
Inovasi Pengelolaan Sampah Melalui Ecobrick di Desa Pakikiran oleh KKN UIN Saizu Sepuluh Wanita Berpengaruh di Dunia Investasi Usia 50 Tahun ke Atas Kalimantan Tengah Menghadapi 66 Ribu Kasus ISPA Akibat Kebakaran Hutan Karnaval Kalijambe: Siswa SDII Al Abidin Sragen Tampilkan Kostum Tradisional dan Profesi Dampak Kebakaran Hutan di Kalimantan Terhadap Ekonomi Terungkap Bilibili Perluas Jangkauan Global dengan Rekrutmen Tim Internasional --- Suhu Tertinggi di Indonesia Dalam Dua Hari Terakhir Terpantau di Sepuluh Wilayah Ini --- FPOK Unwahas Jalin Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan UPM Malaysia --- Kenaikan Harga Ayam Capai Rp 50.000 per Kg, Ukuran Daging Kian Kecil --- Kecerdasan Buatan di Perusahaan: Tantangan Keamanan dalam Rantai Komponen Inovasi Pengelolaan Sampah Melalui Ecobrick di Desa Pakikiran oleh KKN UIN Saizu Sepuluh Wanita Berpengaruh di Dunia Investasi Usia 50 Tahun ke Atas Kalimantan Tengah Menghadapi 66 Ribu Kasus ISPA Akibat Kebakaran Hutan Karnaval Kalijambe: Siswa SDII Al Abidin Sragen Tampilkan Kostum Tradisional dan Profesi Dampak Kebakaran Hutan di Kalimantan Terhadap Ekonomi Terungkap Bilibili Perluas Jangkauan Global dengan Rekrutmen Tim Internasional --- Suhu Tertinggi di Indonesia Dalam Dua Hari Terakhir Terpantau di Sepuluh Wilayah Ini --- FPOK Unwahas Jalin Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan UPM Malaysia --- Kenaikan Harga Ayam Capai Rp 50.000 per Kg, Ukuran Daging Kian Kecil --- Kecerdasan Buatan di Perusahaan: Tantangan Keamanan dalam Rantai Komponen
Pendidikan

Inovasi Pengelolaan Sampah Melalui Ecobrick di Desa Pakikiran oleh KKN UIN Saizu

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 90 UIN Saizu Purwokerto meluncurkan program inovatif untuk pengelolaan sampah plastik dengan memasang ecobrick di ruang publik Desa Pakikiran, Kecamatan Sus...

Eko Prasetyo

Penulis

21 August 2026
9 kali dibaca
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 90 UIN Saizu Purwokerto menghadirkan inovasi pengelolaan sampah plastik, melalui program pemasangan kreasi ecobrick di ruang publik Desa Pakikiran, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. (Istimewa)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 90 UIN Saizu Purwokerto menghadirkan inovasi pengelolaan sampah plastik, melalui program pemasangan kreasi ecobrick di ruang publik Desa Pakikiran, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. (Istimewa)

Mahasiswa dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 90 UIN Saizu Purwokerto melakukan inovasi dalam pengelolaan sampah plastik dengan meluncurkan program pemasangan ecobrick di ruang publik Desa Pakikiran, yang terletak di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan memberikan solusi konkret terhadap masalah limbah plastik.

Program ini melibatkan partisipasi aktif dari warga setempat, di mana mahasiswa bekerja sama dengan masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik yang kemudian diolah menjadi ecobrick. Ecobrick sendiri adalah botol plastik yang diisi dengan sampah plastik lain hingga padat, yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan alternatif. Dengan cara ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Manfaat Ecobrick bagi Masyarakat

Melalui pemasangan ecobrick di berbagai lokasi strategis, mahasiswa berharap dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengurangan sampah plastik. Dengan memanfaatkan ecobrick, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memanfaatkan hasil karya ini untuk berbagai keperluan, seperti pembangunan fasilitas umum.

Kolaborasi Mahasiswa dan Warga

Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi yang erat antara mahasiswa dan masyarakat. Selain melakukan pemasangan ecobrick, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi mengenai cara pengelolaan sampah yang baik dan benar. Dengan pendekatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dapat meningkat, serta mendorong mereka untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa di lapangan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan langkah ini, diharapkan Desa Pakikiran dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Artikel Terkait