🔴 Breaking
Ekonomi

Integrasi Enam Moda Transportasi di Stasiun Sudirman Jakarta

Kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Sudirman akan menghubungkan enam moda transportasi utama di Jakarta, meningkatkan mobilitas masyarakat. Kementerian Perhubungan juga merencanakan...

Galang Mahesa

Penulis

27 June 2026
6 kali dibaca
Suasana di Stasiun Karet Sudirman. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Suasana di Stasiun Karet Sudirman. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Sudirman dirancang untuk menghubungkan enam moda transportasi utama di Jakarta. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen untuk memperkuat konektivitas transportasi di ibu kota dengan mengembangkan kawasan yang terintegrasi dengan berbagai titik transportasi.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa kehadiran TOD Stasiun Sudirman diharapkan dapat menghubungkan KRL, LRT Jakarta, Kereta Bandara, LRT Jabodebek, MRT, dan TransJakarta dalam satu lokasi. Dengan adanya simpul integrasi ini, diharapkan mobilitas warga Jakarta akan semakin baik, serta perpindahan antar moda transportasi menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.

Harapan untuk Konektivitas yang Lebih Baik

"Kami berharap Jakarta akan terkoneksi secara lebih luas lagi dengan adanya TOD Stasiun Sudirman ini. TOD ini akan menghubungkan semua moda transportasi utama di Jakarta sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh wilayah DKI Jakarta dengan mudah," ungkap Menhub dalam pernyataan resminya.

Selain pengembangan TOD Stasiun Sudirman, Kemenhub juga berencana untuk melakukan revitalisasi Stasiun Gambir. Stasiun ini akan melayani kereta jarak jauh dan juga kereta rel listrik (KRL). Dudy Purwagandhi menyampaikan harapannya agar Stasiun Gambir yang baru akan menjadi representasi layanan kereta api yang lebih baik di Jakarta.

Peningkatan Layanan di Stasiun Gambir

Menhub menjelaskan bahwa Stasiun Gambir akan mengalami beautifikasi sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas layanan perkeretaapian di Indonesia. "Dengan penampilan baru Stasiun Gambir, kami berharap stasiun ini menjadi wajah baru layanan kereta api di Jakarta," katanya.

Pengembangan stasiun ini akan dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Setelah renovasi selesai, Stasiun Gambir tidak hanya akan melayani kereta api jarak jauh, tetapi juga terintegrasi dengan layanan KRL. "Ke depan, Gambir akan menjadi semacam etalase pelayanan perkeretaapian kita. Selain melayani kereta jarak jauh, stasiun ini juga akan melayani KRL," tambah Dudy.

Jumlah perjalanan KRL yang akan berhenti di Stasiun Gambir masih dalam tahap kajian, dan pemerintah akan menyesuaikan dengan kebutuhan operasional serta kondisi di lapangan. Meskipun demikian, Dudy memastikan bahwa integrasi layanan ini akan meningkatkan konektivitas dan memberikan lebih banyak pilihan transportasi bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat Jakarta.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah mempersiapkan perombakan besar-besaran terhadap Stasiun Gambir, yang merupakan stasiun bersejarah, untuk meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa transportasi kereta api.

Artikel Terkait