CEO Nvidia, Jensen Huang, memiliki reputasi unik terkait penampilannya yang hampir tidak berubah, meskipun kekayaannya diperkirakan lebih dari Rp 3.000 triliun. Dalam penampilan publiknya, Huang sering terlihat mengenakan jaket kulit hitam yang sama. Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, ia mengungkapkan bahwa pilihan ini bukan hanya masalah gaya, tetapi juga efisiensi waktu.
Huang menjelaskan, "Hitam berarti tidak perlu memilih." Dengan mengenakan pakaian yang serupa setiap hari, ia dapat mengurangi satu keputusan dari rutinitasnya. Hal ini memungkinkan Huang untuk mengalihkan waktu dan perhatian yang biasanya digunakan untuk memilih pakaian ke hal-hal yang lebih penting. Kebiasaan ini juga mengingatkan kita pada beberapa tokoh teknologi lainnya yang memiliki gaya berpakaian khas, seperti Steve Jobs yang terkenal dengan sweter hitam dan celana jeans, serta Mark Zuckerberg yang sering mengenakan kaus abu-abu.
Koleksi Jaket Hitam yang Banyak
Meskipun terlihat selalu mengenakan jaket hitam yang sama, Huang memiliki koleksi yang cukup banyak, diperkirakan sekitar 30 hingga 40 jaket. Ia menyebutkan bahwa sebagian dari jaket tersebut merupakan hadiah dari istrinya, Lori Huang. Dalam wawancara dengan The New York Times tahun lalu, Huang mengungkapkan bahwa ia telah mempertahankan gaya berpakaian ini selama hampir dua dekade, yang juga dipengaruhi oleh keluarganya.
Jaket kulit yang dikenakan Huang berasal dari merek fesyen mewah Tom Ford. Saat memberikan presentasi di Nvidia GTC 2025, ia mengenakan jaket kulit hitam bergaya biker. Pada acara sebelumnya, GTC 2024, Huang juga tampil dengan jaket Tom Ford bermotif kulit kadal. Harga jaket kulit Tom Ford yang dikenakan Huang diperkirakan mencapai sekitar 10.000 dollar AS, setara dengan Rp 178 juta, sementara jaket bermotif kulit kadal diperkirakan hampir 9.000 dollar AS atau sekitar Rp 160,2 juta.
Kekayaan yang Meningkat Pesat
Kebiasaan Huang dalam berpakaian sederhana kontras dengan kekayaan yang dimilikinya. Menurut Forbes, kekayaan bersih Huang mencapai 187,4 miliar dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 3.336 triliun. Kenaikan kekayaan ini sejalan dengan lonjakan nilai saham Nvidia dan pertumbuhan pesat industri kecerdasan buatan (AI). Nvidia sendiri menjadi pusat perkembangan teknologi AI, dengan chip yang mereka produksi digunakan dalam berbagai sistem AI yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi.