Berlangganan →
Update
Pernyataan Sufmi Dasco Ahmad Terkait Berita Politik Terbaru DPR Laksanakan Silaturahmi, Unwahas Terima Bantuan Satu Unit Bus Operasional Menkes Sebut Antivaksin Jadi Kendala dalam Pencegahan Campak di Indonesia --- Maskapai di Asia dan Eropa Menghadapi Ancaman Kekurangan Bahan Bakar Pesawat --- Kanselir Jerman Mengkritik Rencana Aksi Militer AS Terhadap Kuba Uji Nyali Digital: 32 Peserta Terbaik SMK Se-Jateng Berkompetisi di LKS 2026 --- Plak Robek Sebabkan Serangan Jantung Pria 37 Tahun di Jakarta Barat saat Bermain Padel --- --- Presiden AS Donald Trump Ancaman untuk Iran: Banyak Bom Akan Meledak Jika Gencatan Senjata Berakhir --- Lenovo Yoga Tab Resmi Diluncurkan, Ditenagai Snapdragon 8 Gen 3 dengan Harga Awal Rp 10 Jutaan Harga BBM dan LPG Subsidi Pertamina Dipastikan Stabil Pernyataan Sufmi Dasco Ahmad Terkait Berita Politik Terbaru DPR Laksanakan Silaturahmi, Unwahas Terima Bantuan Satu Unit Bus Operasional Menkes Sebut Antivaksin Jadi Kendala dalam Pencegahan Campak di Indonesia --- Maskapai di Asia dan Eropa Menghadapi Ancaman Kekurangan Bahan Bakar Pesawat --- Kanselir Jerman Mengkritik Rencana Aksi Militer AS Terhadap Kuba Uji Nyali Digital: 32 Peserta Terbaik SMK Se-Jateng Berkompetisi di LKS 2026 --- Plak Robek Sebabkan Serangan Jantung Pria 37 Tahun di Jakarta Barat saat Bermain Padel --- --- Presiden AS Donald Trump Ancaman untuk Iran: Banyak Bom Akan Meledak Jika Gencatan Senjata Berakhir --- Lenovo Yoga Tab Resmi Diluncurkan, Ditenagai Snapdragon 8 Gen 3 dengan Harga Awal Rp 10 Jutaan Harga BBM dan LPG Subsidi Pertamina Dipastikan Stabil
Politik

Kanselir Jerman Mengkritik Rencana Aksi Militer AS Terhadap Kuba

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengkritik rencana Amerika Serikat untuk melakukan operasi militer di Kuba, menekankan pentingnya diplomasi.

Maya Soraya Larasati 21 April 2026 6 pembaca antaranews.com antaranews.com
Kanselir Jerman Mengkritik Rencana Aksi Militer AS Terhadap Kuba
antaranews.com
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengungkapkan penolakannya terhadap kemungkinan tindakan militer yang direncanakan oleh Amerika Serikat terhadap Kuba. Merz menekankan bahwa pendekatan diplomatik lebih baik daripada menggunakan kekuatan militer dalam menyelesaikan konflik. Merz menyatakan bahwa tindakan militer tidak hanya akan memperburuk situasi di kawasan, tetapi juga dapat menimbulkan ketegangan lebih lanjut antara negara-negara. Ia mengingatkan pentingnya dialog dan kerjasama internasional untuk mencapai solusi yang damai. Dalam konteks ini, Merz mendorong semua pihak untuk berkomunikasi secara terbuka dan mencari jalan keluar yang konstruktif. Ia berharap bahwa upaya diplomatik dapat menggantikan rencana aksi militer yang berpotensi merugikan banyak pihak. Kritik Merz ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di kalangan pemimpin dunia mengenai stabilitas di kawasan Karibia. Perkembangan lebih lanjut mengenai situasi ini akan terus dipantau oleh komunitas internasional.
Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait