🔴 Breaking
Agen FBI Terlibat Pencurian Kripto Senilai Rp 16 Miliar dan Rencanakan Pelarian Rahasia Kesehatan Fisik dan Mental di Era Modern Menurut Instruktur Yoga Alasan Penting di Balik Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh BPS Kecerdasan Buatan Ciptakan Virus Biologis Pertama dalam Sejarah Mengapa Pengalaman Melihat Hantu Mungkin Berasal dari Gangguan Neurologis --- Tiga Artikel Populer: Freeport Telah Mengajukan Permohonan Perpanjangan Izin Operasi --- Cek Fakta Video “Prabowo-Gibran Declared Winner by Jokowi, MK & KPU”: Benarkah? Ini Fakta dan Dokumen Resminya Investasi Besar Amerika Serikat di Sektor Mineral: Mencapai Rp 53,40 Triliun Kehilangan Pekerjaan Akibat Suara yang Dikloning oleh AI --- Perhatikan Kebersihan Buah dan Sayur untuk Mencegah Kontaminasi Berbahaya --- Agen FBI Terlibat Pencurian Kripto Senilai Rp 16 Miliar dan Rencanakan Pelarian Rahasia Kesehatan Fisik dan Mental di Era Modern Menurut Instruktur Yoga Alasan Penting di Balik Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh BPS Kecerdasan Buatan Ciptakan Virus Biologis Pertama dalam Sejarah Mengapa Pengalaman Melihat Hantu Mungkin Berasal dari Gangguan Neurologis --- Tiga Artikel Populer: Freeport Telah Mengajukan Permohonan Perpanjangan Izin Operasi --- Cek Fakta Video “Prabowo-Gibran Declared Winner by Jokowi, MK & KPU”: Benarkah? Ini Fakta dan Dokumen Resminya Investasi Besar Amerika Serikat di Sektor Mineral: Mencapai Rp 53,40 Triliun Kehilangan Pekerjaan Akibat Suara yang Dikloning oleh AI --- Perhatikan Kebersihan Buah dan Sayur untuk Mencegah Kontaminasi Berbahaya ---
Teknologi

Karyawan Terkena PHK, Meta Investasi Besar-besaran di AI, Zuckerberg Tegaskan AI Tidak Gantikan Manusia

Meta, perusahaan yang dimiliki oleh Mark Zuckerberg, memecat 8.000 karyawan sambil merencanakan investasi besar dalam infrastruktur AI. Zuckerberg menyatakan bahwa AI tidak akan menggantikan pekerjaan...

Eko Prasetyo

Penulis

08 August 2026
6 kali dibaca
CEO Meta Mark Zuckerberg meramal miliaran orang akan memiliki agen kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pribadi dalam lima tahun ke depan.
CEO Meta Mark Zuckerberg meramal miliaran orang akan memiliki agen kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pribadi dalam lima tahun ke depan.

Pada bulan Mei lalu, Meta, perusahaan media sosial yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg, melaksanakan pemutusan hubungan kerja secara massal yang berdampak pada 8.000 karyawan, setara dengan sekitar 10 persen dari total pegawai. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi yang melibatkan platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Di tengah kondisi tersebut, Meta juga berencana untuk berinvestasi secara signifikan dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), dengan alokasi dana lebih dari 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.764 triliun) untuk tahun ini.

Kebijakan yang diambil oleh Meta ini terkesan bertentangan, terutama setelah Zuckerberg menyatakan secara terbuka bahwa AI tidak akan menggantikan peran manusia. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang rilis laporan keuangan untuk kuartal Juni.

AI Sebagai Pencipta Lapangan Kerja

Zuckerberg mengungkapkan bahwa semua upaya yang berkaitan dengan AI pada akhirnya akan menciptakan lapangan pekerjaan baru, karena berbagai infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung teknologi tersebut. Ia menambahkan bahwa kekhawatiran mengenai hilangnya banyak pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh manusia akibat AI tidak seburuk yang diperkirakan. Jenis pekerjaan yang diharapkan meningkat adalah pekerjaan terampil, yang lebih banyak melibatkan keterampilan fisik.

Meta saat ini sedang membangun 32 pusat data di berbagai lokasi di seluruh dunia. Perusahaan yang berpusat di Menlo Park ini juga berencana untuk menggandakan kapasitas komputasi dari 7 gigawatts (GW) pada tahun ini menjadi 14 GW pada tahun 2027. Pembangunan fasilitas tersebut memerlukan banyak tenaga kerja terampil, seperti teknisi listrik dan teknisi sistem pendingin.

Kekhawatiran Investor dan Kondisi Internal Meta

Belanja besar-besaran Meta untuk AI mulai menimbulkan tanda tanya di kalangan investor. Pada kuartal kedua tahun 2026, arus kas bebas Meta mengalami penurunan drastis sebesar 91 persen menjadi 784 juta dollar AS, yang merupakan level terendah sejak akhir 2022. Meskipun pendapatan perusahaan meningkat 28 persen menjadi 60,8 miliar dollar AS, saham Meta sempat merosot sekitar 10 persen setelah laporan keuangan dirilis, membuat investor mempertanyakan potensi keuntungan dari investasi AI yang sangat besar tersebut.

Di sisi lain, meski Zuckerberg optimis mengenai masa depan AI, situasi di dalam Meta tampak tidak sejalan dengan harapan akan "ledakan lapangan kerja". Gelombang PHK yang terjadi pada 20 Mei dilaporkan dilakukan secara bertahap mengikuti zona waktu, dengan email pemberitahuan yang dikirimkan mulai pukul 04.00 pagi di Singapura. Beberapa karyawan yang baru direkrut juga turut terkena dampak pemecatan.

Ketegangan di dalam perusahaan sudah mulai terasa sebelum gelombang PHK, dengan lebih dari 1.000 karyawan menandatangani petisi menolak kebijakan perusahaan yang merekam aktivitas kerja mereka. Sementara itu, Kementerian Pendidikan AS telah mulai memperluas program sekolah kejuruan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di masa depan.

Zuckerberg menegaskan bahwa meskipun ada tawaran untuk menyewakan kapasitas komputasi AI dengan harga premium, ia memilih untuk tidak mengambil keuntungan jangka pendek. Ia percaya bahwa investasi dalam teknologi ini akan memberikan hasil yang signifikan di masa mendatang.

Artikel Terkait