🔴 Breaking
Kesehatan

Kebiasaan Makan yang Sering Diabaikan dan Berbahaya bagi Lambung

Beberapa kebiasaan makan yang tampak sepele dapat berdampak negatif pada kesehatan lambung. Memahami faktor-faktor ini penting untuk menjaga sistem pencernaan yang sehat.

Bima Sakti

Penulis

12 July 2026
7 kali dibaca
Ilustrasi makan (Foto: Getty Images/iStockphoto/PhotoTalk)
Ilustrasi makan (Foto: Getty Images/iStockphoto/PhotoTalk)

Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa gangguan lambung hanya disebabkan oleh makanan pedas atau asam. Namun, kebiasaan makan sehari-hari yang tampak sepele juga dapat memengaruhi kesehatan pencernaan. Dr. Duong Thi Phuong, seorang dokter spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, menjelaskan bahwa lambung memiliki hubungan yang erat dengan sistem saraf. Oleh karena itu, kondisi emosional, stres, dan perilaku makan dapat memengaruhi proses pencernaan.

Kebiasaan Makan yang Berisiko

Dr. Phuong menyatakan, "Lambung berhubungan erat dengan sistem saraf, sehingga stres, emosi, dan kebiasaan makan dapat secara langsung memengaruhi proses pencernaan." Lalu, kebiasaan makan apa saja yang tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan lambung?

Makan Terlalu Cepat atau Terdistraksi

Makan dengan terburu-buru atau saat terdistraksi dapat berdampak buruk pada kesehatan lambung. Kegiatan seperti makan sambil bekerja, bermain ponsel, atau dalam keadaan stres dapat mengganggu proses pencernaan dengan menghambat produksi asam lambung dan enzim pencernaan. Selain itu, makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan baik juga memberikan tekanan tambahan pada perut, memaksanya bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. Dr. Phuong menyarankan agar setiap suapan dikunyah sebanyak 20 hingga 50 kali sebelum ditelan, dengan waktu makan ideal sekitar 20-30 menit agar tubuh dapat mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.

Makan Terlalu Malam dan Langsung Tidur

Kebiasaan makan malam mendekati waktu tidur juga dapat membebani kerja lambung. Proses pencernaan memerlukan waktu sekitar dua hingga lebih dari enam jam, tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Jika seseorang langsung berbaring setelah makan, lambung belum sepenuhnya mengosongkan isinya, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Hal ini dapat meningkatkan risiko refluks asam dan mengganggu kualitas tidur.

Minum Terlalu Banyak Saat Makan

Banyak orang percaya bahwa minum lebih banyak saat makan dapat membantu proses pencernaan. Namun, konsumsi cairan dalam jumlah berlebihan justru dapat mengencerkan asam lambung, sehingga proses pencernaan menjadi kurang efisien. Selain itu, lambung yang dipenuhi makanan dan cairan dalam jumlah besar harus bekerja ekstra untuk mencampur dan mengolah semua isinya. Dokter menyarankan agar total cairan saat makan, termasuk sup, tidak lebih dari 200 mililiter, dengan jumlah ideal berkisar antara 50-100 mililiter.

Artikel Terkait