🔴 Breaking
Nasional

Rocky Gerung Kritik Keras Anomali Demo Mahasiswa: “Gerakan Moral Jangan Sampai Kehilangan Arah”

JAKARTA – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap dinamika gerakan mahasiswa yang belakangan dinilainya mengalami perubahan pola. Menurut Rocky, demonstrasi mahasiswa s...

Admin Poros Berita

Penulis

12 July 2026
7 kali dibaca
Rocky Gerung Kritik Keras Anomali Demo Mahasiswa: “Gerakan Moral Jangan Sampai Kehilangan Arah”
Sumber gambar: kabarnetizenterkini.com
JAKARTA – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap dinamika gerakan mahasiswa yang belakangan dinilainya mengalami perubahan pola. Menurut Rocky, demonstrasi mahasiswa saat ini menunjukkan sejumlah anomali yang patut menjadi bahan evaluasi, baik bagi aktivis kampus maupun publik.

Dalam berbagai forum diskusi dan pernyataan publik, Rocky menilai demonstrasi mahasiswa seharusnya lahir dari kegelisahan intelektual, riset yang kuat, serta keberanian menyuarakan kepentingan rakyat secara independen. Ia mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak kehilangan identitas sebagai kekuatan moral yang mampu mengawasi jalannya pemerintahan.

Menurut Rocky, salah satu anomali yang mulai terlihat adalah ketika aksi demonstrasi lebih banyak menjadi peristiwa seremonial dibandingkan gerakan yang memiliki agenda perubahan yang jelas. Ia menilai konsistensi isu, kualitas argumentasi, serta keberlanjutan advokasi menjadi faktor penting agar aksi mahasiswa tidak berhenti hanya pada mobilisasi massa.

Rocky juga menyoroti munculnya persepsi publik bahwa sebagian aksi mahasiswa kini rentan ditunggangi berbagai kepentingan politik. Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga independensi organisasi mahasiswa agar kritik yang disampaikan tetap memiliki legitimasi moral dan tidak dipersepsikan sebagai bagian dari pertarungan elite.

Di sisi lain, Rocky tetap menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang sah. Ia bahkan beberapa kali memberikan dukungan terhadap aksi mahasiswa yang dinilai berangkat dari persoalan nyata masyarakat, termasuk ketika menyampaikan orasi di hadapan mahasiswa dalam sejumlah aksi demonstrasi.

Bagi Rocky, ukuran keberhasilan sebuah gerakan mahasiswa bukan hanya jumlah peserta aksi, melainkan kemampuan menghadirkan gagasan, menawarkan solusi, serta menjaga tekanan publik secara berkelanjutan. Ia menilai kampus semestinya tetap menjadi ruang lahirnya kritik yang rasional, bukan sekadar arena mobilisasi massa tanpa arah yang jelas.

Sejumlah pengamat juga menilai tantangan gerakan mahasiswa saat ini semakin kompleks. Selain menghadapi perubahan lanskap politik dan media sosial, organisasi mahasiswa dituntut mampu menjaga independensi, memperkuat basis kajian, dan membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat agar aspirasi yang diperjuangkan tetap relevan dan dipercaya publik.

Dengan demikian, kritik Rocky Gerung lebih menekankan pada perlunya refleksi terhadap kualitas gerakan mahasiswa, bukan pada penolakan terhadap hak berdemonstrasi itu sendiri. Dalam pandangannya, demonstrasi akan tetap menjadi instrumen demokrasi yang kuat apabila didasarkan pada argumentasi ilmiah, kepentingan publik, dan integritas moral yang konsisten.

Tags: #berita

Artikel Terkait